Macarita – Di kelurahan TOSA kecamatan Tidore Timur, kota tidore kepulauan, letak sebuah kampung kecil yang memiliki sejarah panjang. Kampung kecil yang berbatasan dengan kelurahan mafututu di bagian utara dan lingkungan surumalao di bagian selatan ini telah dikenal sejak jaman dahulu kala pada masa masuknya islam di tidore yang di bawakan oleh para ulama dari Jazirah arab. Tomadou yang memiliki asal kata dari “Tou Mote Dou Mayou”, sebuah bahasa tidore yang artinya “berjalan melewati atas bukit”. Tomadou memiliki masyarakat yang notabenenya masyarakat semi-modern yang telah banyak mengenal dunia kemoderenan. Tomadou memiliki masyarakat yang multi-ras, suku dan etnis yang kemudian hidup berdampingan satu sama lain. Ini akibat dari suatu proses kawin-mawin di antara masyarakat setempat dengan masyarakat luar daerah yang kemudian membentuk satu keluarga di dalam rumah tangga. Tomadou memiliki penduduk yang mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani, ada juga sebagian masyarakat bermata pencaharian sebagai Nelayan, tukang bangunan, wiraswasta, dan sebagian pula bekerja sebagai PNS. Mereka hidup berdampingan satu sama lain. Cengkeh, pala, kelapa merupakan hasil kekayaan alam yang diproduksi masyarakat demi menunjang kebutuhan hidup sehari-hari. Ciri khas budaya, tradisi, kepercayaan dan sistem gotong royong serta kekerabatan yang diwarisi nenek moyang masih terus di peragakan hingga saat ini. Budaya gotong royong yang mengikat tali persaudaraan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa hidup bersosial akan membawa kebaikan bagi masyarakat. Hal ini di tandai dengan gotong-royong dalam membangun rumah (mayae), gotong royong dalam bertani (maong), bakti sosial dan lain sebagainya. Masyarakat yang terdiri dari tokoh Agama, Tokoh Adat, pemuda, dan pelajar yang selalu antusias membuka diri kepada siapa saja yang berkunjung di kampung halamannya. Lingkungan kampung yang bersih, panorama pantai yang menawan, memberikan keindahan destinasi yang sering dikunjungi masyarakat luar. Tumbuhnya kelapa, ketapang, dan pepohonan di tepian pantai memperindah pandangan kita.

Baca juga; Dinamika Pemuda Tomadou

Photos: Tanjung Mafu Muru

Selain hutan dan gunung menjadi tempat bercocok tanam, juga dijadikan sebagai kawasan berburu. Boki, Koa, Serikat itu nama kawasan hutan yang memiliki sejarah tersendiri. Kita akan menyaksikan ramainya hutan, jalan pun menjadi becek di waktu hujan jika datangnya musim panen cengkeh. Keindahan panorama laut dapat kita pandangi dari atas gunung. Di pantai yang tumbuh hutan bakau tempat bagi anak-anak bermain menangkap ikan. Pantai yang indah ketika kita memandangnya pada saat air laut surut di kala fajar menyingsing. Kita kan menikmati desir ombak yang membanting di bibir pantai kala air laut pasang. Ikan-ikan yang bermain berkejaran mengikuti alunan ombak. Di atas bebatuan, kita dapat memandang indahnya pulau halmahera. Spiet boat, kapal laut, perahu layar sering melintas meramaikan suasana pantai. Di pesisir pantai sebelah selatan ujung kampung, ada sebuah mata air panas sebagai tempat bermandian masyarakat yang kian ramai di waktu senja.

Baca juga; TOMADOU saat Menyambut Pemilu

20150814_063539.jpg
Photos: Suasana Pantai di Waktu Pagi

Di sebuah tanjung dengan air laut yang membiru nan jernih, tempat kelompok anak-anak kecil yang suka bermain dan memancing. Dengan bersemangat mereka menikmati pergaulan yang penuh canda dan tawa, bersama-sama selalu memikul kebersamaan di mana saja mereka sedang bermain bersama. Bermain pasir, bermain mobil-mobilan, rumah-rumahan di pantai kala di siang bolong. Sementara anak-anak muda, pelajar sedang sibuk dengan mengembangkan bakatnya di bidang olah raga volly ball di saat menjelang sore. Ibu-ibu PKK dengan bondong-bondong menghadiri arisan di setiap selasa sore, berseragam batik yang sama sebagai bentuk suatu kekompakan dalam hidup bermasyarakat. Mesjid yang selalu diramaikan anak-anak TPQ Al-Mujahidin di waktu malam hari, mereka sedang belajar ilmu baca tulis Quran, dan bahkan mereka sering mengumandangkan adzan di setiap waktu sholat. Tampa dudu yang terbuat dari bambu letaknya di tengah-tengah kampung di jadikan sebagai tempat nongkrongan anak-anak muda sambil bercanda ria. Domino, catur dan kartu remi adalah suatu permainan rutinitas anak muda yang sedang mengisi waktu kosongnya di malam hari. 

Baca juga; Tanjung Mafu Muru: Air Panas dan Kawasan Penghubung Antar Warga

20150730_195536.jpg
Photos: Pengajian TPQ Al-Mujahidin Tomadou

Tomadou kampung kecilku, setitik rindu hanya ku berikan kepada mu dengan penuh rasa cinta yang mendalam. Dan secuil doa, ku panjatkan kepada tuhan demi kesejahteraan dan ketentraman masyarakatnya.

Gorontalo, Minggu 15 Januari 2017 (12:46 WITA)


Baca Juga: Bakti Sosial: Menjaring Pemuda Tomadou

Iklan