16422904_1844330405844206_7339544433155755017_o.jpg

Pukul 08.00 Tepat, Hanya duduk seorang gadis yang umurnya sekitar 19 tahun, dia duduk bersama beberapa teman-temanNYA, dan hanya sesekali tersenyum jika ada slah satu temanNYa membuat cerita atau tingkah laku yang konyol. Sambil terus melirik jam yang ada ditanganNYA dan hanya menengok pintu yang sama sekali tidak dibuka..

Gadis itu kembali membuka buku, inggris favoritnya dan mulai membaca dan mengulangi kosakata biar bisa dihafal. Dia meninggalkan teman-teman yang sibuk bercerita, dan aktifitas laiinya yang mungkin sudah dianggap biasa olehNya. Sesekali konsentasinya terganggu dengan suara pintu yang terus berbunyi, karena teman-teman yang sering keluar masuk ruangan. Hal itu mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi mereka untuk keluar dan masuk jika dosen masuk terlambat..

Pintu itu bukan saja menganggu Konsentrasi Nissa si gadis manis super cuek kali ini,pintu itu hampir setiap hari menganggu konsentrasi Nissa. Yeah sebuah nama yang begitu indah. Seindah orangnya. Walaupun nissa kadang terlihat cuek terhadap apapun tapi, nissa sangat menyayangi sahabatNYA, dan nissa sangat tulus mencintai lelaki yang sudah jarang muncul lebih awal didepan pintu itu.

Setiap jam kuliah Nissa selalu on time dan jarang sekali terlambat, nissa selalu datang awal dan menunggu seorang diri diruangan membaca buku sambil menanti teman- yang lain dan selalu saja menanti dibalik pintu itu berdiri seorang lelaki dan membuka pintu itu.. dan walaupun pintu itu dibuka lelaki itu ,nissa tidak menyahut dia dengan senyuman hangat, tapi hati Nissa cukup senang karena lelaki itu datangnya lebih awal dan membuka pintu itu mendapati nissa yang sudah ada didalam ruangan. Hal itu sudah terasa cukup bagi nissa.

Nissa Melihat jam sudah menunjukan pukul 09.12 , Pintu berbunyi dan ternyata disana telah berdiri seorang lelaki bertubuh tinggi, dan berjanggut, berdiri memegang sebuah buku, sambil mengucapkan salam, Seisi kelas kemudian menjawab salam.

Ternyata yang berdiri dan membuka pintu hari ini bukan kamu ,lagi tapi DOSEN, iffar oh iffar Kamu kenapa sampai jam segini belum juga datang, Kamu biasanya selalu on time dan lebih awal dari aku. ( Gumam Nissa dalam hati sambil menyebut nama laki-laki itu dengan nama yang paling suka dipanggil nissa.) Muhammad Alghiffari. Nama lelaki yang dulunya pernah mengisi kehidupan Annisa Azahra si cewek manis yang super cuek. Tapi sayangNYA cinta mereka saat ini terhenti karena Sebuah masalah yang mungkin banyak dialami remaja seusia mereka berdua. Masalah diduakan alias selingkuh, hal itu membuat Nissa merasa jera dan memilih istirahat dalam hal pacaran Nissa lebih ingin memilih fokus pada kuliahnya, Tapi Nissa juga gak bisa pungkiri dan bohongin perasaaan kalau masih sering cemburu iffar dekatin cewe lain, tapi itulah Nissa, masih bisa saja dipendam perasaanya.

“Nissa mengambil handphonenya didalam tas dan mulai mencari-cari nomor kontak dihandphonenya, “yeah akhirnya ketemu”, (Guman nissa perlahan dalam hati) Nissa mulai mengetik beberapa kalimat yang berisi pesan singkat untuk iffar, meskipun mereka berdua bukan lagi statusnya berpacaran tapi Nissa sering kabarin hal penting pada iffar.

“Assalamualaikum Iffar, ada Dimana? Dosennya sudah masuk nih” (Sebuah pesan singkat tapi sangat bermanfaaat sekali bagi Iffar,karena gadis yang bukan lagi pacarnya selalu setia memberikan informasi kalau dosen sudah ada. Sent sebuah pesan telah dari nissa telah sampai pada iffar.

Sambil mendengarkan dosen menyampaikan materinya, Nissa sesekali melihat handphonenya, tiba-tiba satu pesan muncul, dan ternyata iffar membalas pesan itu.

“Wa’alaikumsalam Niss, Aku masih dikosan nih dan udah mau perjalanan kekampus, makasih udah kasih tau infonya.

Annissa tersenyum membaca balasan sms dari iffar tersebut.

Tak selang waktu beberapa menit, Berdirilah sosok lelaki sederhana yang tingginya kira-kira 168 cm. dia bersama seorang temannya yang selalu bersamaaan sepanjang dikampus. SeOrang lelaki yang berdiri didepan pintu dengan senyuman yang sedikit malu karena akhir-akhir ini sering saja datang kekampus terlambat. Dan sering kekampus jika Nissa sudah kabarin kalau dosennya sudah ada. Lelaki sederhana berkulit hitam manis yang dulu sempat bisa mencuri hati Nissa si gadis manis yang dahulunya tidak pernah pacaran sama sekali. Yeah Nama lelaki sederhana itu Iffar. Lelaki yang selalu mengerti caranya Annisa yang kadang terlihat cuek,manja dan terkadang bertingkah aneh didepannya.

Pintu terbuka dan kedua orang itu masuk dan salam diucapkan dari iffar, Teman-teman lainpun pun menjawab salam mereka.

Anissa yang sering duduk didepan hanya tersenyum pelan, dan merasa lega hari ini iffar masuk kampus walaupun selalu saja terlambat, tapi setidaknya iffar masuk kampus. Itu sudah cukup bagi Nissa.

Mereka akhirnya mengikuti kuliah sampai jam berakhir, dan hari-hari berikutnya berlangsung selalu saja sama seperti hari itu. Iffar gak pernah datang lebih awal seperti dulu. Tapi itu gak membuat Nissa bosan untuk berikan informasi pada iffar, Nissa hanya ingin iffar kembali seperti yang dulu. Harapan terbesar Anisa untuk iffar,hanya ingin iffar kembali sperti yang dulu,Itulah kata-kata yang selalu Annisa Pikirkan setiap harinya.

“Sebuah pintu yang selalu Nissa harapkan berdirilah iffar disana dan selalu membuka pintu itu dan tersenyum melihat Nissa duduk diruangan menanti dia sambil membaca buku ataukah menulis, Itulah yang masih diharapkan Anisa seperti waktu dulu, mekipun iffar sekarang bukan milik nissa lagi, status mereka hanya sebagai sahabat. Tapi gak sedikitpun semangat nissa pudar menanti iffar dibalik pintu itu.”

Nissa hanya ingin cara iffar seperti pertama kali kekampus dan seperti yang Nissa kenal waktu pertama kali mengenal sosok lelaki sederhana itu yang bisa membuat Nissa merasakan kata pacaran untuk pertama kalinya, Nissa mungkin belum bisa lupakan iffar, karena cara iffar mencintai itu berbeda dengan laki-laki lain.

“ Pertanyaan yang selalu muuncul dibenak Nissa,Jika Nissa datang lebih awal dikampus dan mendapati ruangan kosong tanpa teman-teman dan tanpa iffar. Nissa hanya duduk sendiri dan mulai membaca buku atau menulis sambil sesekali terkejut karena bunyi pintu yang dibuka oleh teman-teman lainnya yang datang silih beerganti atukah hembusan angin yang membuat pintu itu brbunyi, dan pastinya bukanlah iffar, Iffar mungkin datang jika mendapat sms dari Nissa.

“Nissa selalu berpikir apakah status Nissa dan iffar yang bukan lagi berpacaran, apakah hal itu yang membuat Iffar datang kekampus sering terlambat? Aah itu gak mungkin. Iffar gak seperti itu. Seandainya iffar tahu, Cintanya Annisa masih dipendam sementara waktu untuk iffar. Tapi apakah iffar tahu disepanjang hari, senin sampai jumat jika Nissa datang lebih awal harapan hati Nissa selalu iffar, pikiran Nissa Apakah dibalik pintu itu Kamu ? Harapan seorang gadis Cuek tapi, punya rasa cinta yang lebih untuk lelaki sederhana yang perubahannya benar-benar terasa buruk bagi Nissa Tapi terasa biasa bagi iffar.

Entah sampai kapan Nissa menanti iffar kembali menjadi seperti iffar yang pertama kali Nissa kenal dan membuat Nissa bisa memberikan hatinya pada iffar. Dan sampai kapankah pertanyaan dibenak Nissa, bisa terhenti?

Bagi Nissa, Biarkanlah waktu yang tepat kembali mempertemukan Kita, Tapi berubahlah untuk menjadi seperti yang dulu, selalu setia didepan pintu menanti Nissa datang, ataukah selalu datang tepat waktu dengan senyuman hangat dipagi hari. Meskipun iffar sering sibuk dengan aktifitasnya ataukah sibuk dengan yang laiinya, Nissa tidak mempedulikan hal itu.

Hanya Sebuah harapan besar bagi nissa setiap harinya, dibalik pintu berdiri seorang lelaki berkulit hitam manis dengan senyuman khas yang begitu manis bagi Nissa, Membuka pintu dan menyahut Nissa dengan sapaan dan senyuman yang indah Tapi itu dulu, hal itu semuanya dahulu dan telah berlalu. yang sekarang mungkin hanyalah, Sebuah mimpi yang takkan mungkin terulang lagi.

Iklan