541eb-download

Macarita – Sabtu ini sekiranya sudah pukul 13;09 siang, saya hendak memangku kaki di sebuah tenda nongkrongan yang terletak di samping Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Gorontalo yang di kenal sebagai pusat study masyarakat yang ada di belahan bumi Sulawesi.

Udara yang segar, panas matahari yang kian menyengat. Sebuah Buku catatan yang sempat saya buka untuk menuliskan tulisan ini. Biar rasa dahaga menggerogoti tenggorokan saya yang kering, hanya segelas Aqua tanpa sedotan menemani saya menghabiskan tulisan ini.

Situasi yang ramai, ketika mata saya  tak sengaja memandang salah satu mahasiswi yang lewat di depan saya sambil membembeng sesuatu di tangannya yang seharusnya tak pantas untuk seorang wanita sepertinya.

Di bawa pepohonan yang jaraknya tak jauh dari saya. Saya melihat sekelompok mahasiswa, sambil bercanda ria, menikmati suasana siang dengan percakapan yang tak pantas di bicarakan seorang mahasiswa.

Sementara yang lain, dengan asik membuka hp dengan berbagai merek dari ransel yang di bawanya. Memanfaatkan jaringan wifi yang tersedian oleh kampus. Facebook mungkin menjadi media trand era sekarang. Hingga bisa saja menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Bahkan duduk berdekatan dengan teman, enggan saling menyapa atau bercerita. Tak usah menganiaya diri menggendong Ransel berisi buku dan di bawa ke kampus untuk di baca. Semua sudah tersedia di dalamnya.

Mungkin kita yang dulu, pernah di cerita oleh senior-senior, mereka mungkin belum mengenal Facebook, apalagi android. Modal mereka hanyasebuah buku yang jadi teman setia nongkrongan mereka di kampus. Di bawah pohon, di warnai dengan keributan kecil mereka, berdiskusi tentang politik, ekonomi, budaya, atau topik mengenai kebijakan begitulah. Sambil membaca, mereka berdiskusi dengan sesama mahasiswa* 

Iklan