Gorontalo- Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi MAPERTA (Mahasiswa Peduli Rakyat Taliabu) Gorontalo, menggelar unjuk rasa pada kamis (13/04/17) kemarin. Unjuk rasa yang di lakukan di Gerbang Kampus Universitas Negeri Gorontalo ini sebagai bentuk Kekecewaan terhadap tindakan kekerasan dari pihak kepolisian terhadap warga masyarakat di Kabupaten Taliabu Provinsi Maluku Utara.  

Baca juga; Kami Mahasiswa di Gorontalo Menolak Keras Tindak Pelanggaran HAM di Kab. Taliabu

“Kami menolak keras tindak anarkis yang di lakukan oleh pihak kepolisian terhadap saudara-saudara kita yang ada di kabupaten Taliabu Provinsi Maluku Utara. Tindakan ini menurut kami telah melanggar HAM dan melenceng jauh dari perilaku kemanusiaan. Untuk itu kami menuntut keras dari pihak Kapolda Maluku Utara agar secepatnya mengadili kasus tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku”. Ungkap Kordinator Lapangan saat menyampaikan orasi.

Korlap yang di sapa sebagai Jacky ini, dalam bahasa orasinya juga, “kekerasan dari pihak kepolisian, di akibatkan karna tidak mampu membendung aksi perlawanan dari warga masyarakat terkait penolakan eksploitasi perusahan pertambangan PT. Adidaya Tangguh di bebrapa Desa di Kabupaten Taliabu: Desa Tolong, Dusun Fango, Desa Todoli, Desa Balohang, Desa Padang, Desa Natang, Desa Kuning, dan Tesa tikong yang di anggap mengancam kedaulatan negara dan hajat hidup masyarakat lingkar tambang”. 

Baca juga; Mahasiswa Peduli Rakyat Taliabu (MAPERTA) Gorontalo

“Polisi yang seharusnya bertugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat namun pada hari ini bertindak Anarkis, Kekerasan, Aniaya dan menindas masyarakat”. Ungkap salah satu orator (Iliyadi). Tindakan kekerasan ini menurut Iliyadi merupakan salah satu kegagalan negara dalam melindungi warga masyarakatnya.

Baca juga; MAPERTA Bergejolak Di Bumi Serambi Madinah

Aksi yang di lakukan mahasiswa ingin menuntut juga kepada pihak perusahan agar dapat membayar ganti rugi lahan pertanian warga yang sempat di garap habis. Juga kepada pemerintah daerah Kabupaten Taliabu, segera mencabut ijin usaha pertambangan di Kabupaten Taliabu.

Iklan