Macarita- PENDIDIKAN, ya pendidikan. Anak bangsa sejati tentu mengeyam pendidikan terbaik serta perilaku yang terdididik. Kreatifitas anak bangsa dibangun melalui pendidikan. Jika ia terdidik maka ia tahu apa yang ia lihat serta mampu menterjemah dengan sempurna. Pendidikan adalah perubahan, perubahan dari tidak tahu menjadi tahu, mengeluarkan kita dari zaman kebodohan serta kebiadapan menuju zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan adalah masa depan, masa depan yang cerah berawal dari pendidikan yang baik, apabila tidak baik maka yang terjadi adalah sebaliknya. Pendidikan adalah harga diri bangsa, bangsa yang berpendidikan jauh lebih dihargai daripada bangsa tak berpendidikan

Jika anda mendidik seorang pria, maka seorang pria akan terdidik. Tapi jika anda mendidik seorang wanita, sebuah generasi akan terdidik. Pendidikan itu seperti senjata yang mematikan di dunia, jadi dengan senjata tersebut anda pasti dapat merubah dunia dengan kualitas pendidikan yang tinggi. “Senjata yang paling ampuh untuk menghacurkan sebuah negara adalah pendidikan” (Nelson Mandela)

Dalam mengisi mengisi Hari Lahir Pancasila (01 Juni 2017), mari kita mulai dengan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Apakah pendidikan Indonesia sudah baik ?. Jika ditanyakan kepada 100 orang maka yakin dan percaya jawaban mereka lebih mengarah kualitas pendidikan belum membaik, tentunya dengan alasan kurikulum yang sering di kota ganti, fasilitas sekolah tidak merata seIndonesia dan masih banyak lagi. Kita harus berpiir bahwa kenapa tidak membantu meningkatkan kualitas pendidikan kita daripada kita tersu menceboh bahkan mencibir pemerintah. Sebagai generasi muda calon penerus bangsa di era peradaban tentu kita harus lebih berperan aktif dalam memahami situasi dan kondisi bangsa kita ini. Bangsa ini selanjutkan akan jatuh ditangan kita, tidak patut kita duduk diam, berdiri dan terus melangkah meningkatkan potensi kreatif pribadi sendiri. Mulailah dari diri sendiri, jika dengan niat tulus suci maka yakin dan percaya orang lain akan mengikuti jejakmu. Indonesia butuh generasi muda yang paham akan pendidikan seta mampu mengaplikasinya ke arah yang lebih baik.

Gorontalo, 1 Juni 2017

Febriyanti Poiyo & Arsandi Arsad

Iklan