IMG_3362.jpg

Teruslah Berjalan!

Kamar ini menjadi saksi bisu dimana aku merararapi perjalanan panjang yang kulalui dan hari ini aku ingin menuliskan sebuah syair dengan harapan aku temukan di tempat dimana aku sering mengeluarkan keluh kesah perjalanan

Otak ini berkerja 2 kali lebih keras seperti biasanya…. bahkan aku dan fikiranku mulai memasuki dunia bayangan atau mungkin itu adalah dunia pararel… mencari inspirasi, menuliskan rangkaian kata menjadi sebuah syair sempurna tentang perjalanan.

Setapak demi setapak kita langkahkan kaki ini

Kita harus berjalan terang maupun gelap jalan ini

Kita harus mengungkap sesuatu yang tersembunyi

Yaitu satu kata, yang disebut dengan misteri

Dalam setiap perjalanan manusia

Pahit manisnya sebuah perjalanan pasti kitakan lalui

Dalam setiap bahagia maupun deraian air mata

Semua telah menciptakan goresannya tersendiri

Dalam satu ruang tersepi dalam hati ini

Diatara tabir-tabir kehidupan ini, ada satu kata yang disebut dengan pilihan

Yaitu, jalan yang akan kita tempuh dalam sebuah perjalan

Pilihan

Kiri atau kanan

Atas atau bawah

Lurus atau berkelok-kelok

Gelap atau terang

Membawa ke puncak atau jurang

Ada satu yang perlu kita ingat

Tidak semua kanan, atas, lurus, terang mampu membawa kita ke puncak

Ataupun

Tidak semua kiri, bawah, bekelok-kelok, maupun gelap. Membawa kita kejurang

Dalam sebuah perjalan

Pasti ada kiri dalam kanan

Kanan dalam kiri

Ada bawah dalam atas

Atas dalam bawah

Ada bekelok-kelok dalam lurus

Lurus dalan berkelok-kelok

Ada kegelapan dalam cahaya

Cahaya dalam kegelapan

Semua jalan adalah benar

Perjalan adalah sebuah cita-cita yang menjadi dasar

Dasar atas sebuah impian

Adalah kekuatan atas harapan

Menyusun bingkai masa depan

Dalam sebuah perjalanan

Kita pasti akan bertemu dengan titik kejenuhan

Berbagai pertanyaan akan muncul kepermukaan.

Kapan perjalanan ini akan usai?

Kapan titik kebahagiaan akan bergandengan dengan kehidupan?

Dalam sebuah perjalanan

Akan ada sebuah titik keterasingan dan kesengsaraan

Semangat telah patah

Seyuman telah pudar

Tersesat di jalan tidak berujung

Terjatuh di jurang kegelapan

Tenggelam ditengah lautan tidak bertepi

Senyum menjadi kesedihan

Tawa menjadi tangis

Kebahagian menjadi deraian air mata

Namun….

Tidak ada senyum lebih ikhlas sebelum diawali kesedihan

Tawa lebih lepas sebelum diawali tangisan

Bahagia hakiki sebelum diawali deraian air mata

Bagiku…..

setiap jejak adalah langkah

Langkah adalah perjalan

Pejalanan adalah kisah

Kisah adalah kehidupan

Dan nantinya kehidupan akan menjadi sebuah kenangan

Kenangan adalah sebuah bingkai kehidupan, yang diawali dengan sesuatu yang sering kita sebut dengan perjalanan.

Mari kita rangkai bingkai kenangan

Bagi generasi yang akan mendatang

Tak terhapus maupun tergantikan

Ciptakan sebuah kenangan yang tak terlupakan…

Bagiku……

Tiada awal yang mengawali ahir melalui perjalanan

Dan

Tiada ahir yang mengahiri awal melalui perjalanan.

 

Negeri Impian

Jam ini menunjukan angka2 03.50. Ditemani dengan sebatang rokok dan segelas kopi pikiranku melayang jauh ke dunia nirwana yang telah kuciptakan ….. apakah ada negeri seperti dalam fantasiku? Suara ayam berkokok terus bergantian seakan ingin memanggilku dari dunia fantasiku … apakah ad dunia dimana semuanya terjadi seperti dongeng? ..begitu banyak hal yang dapat membuatku seakan terbang melayang tanpa beban . Bahkanku dapat melintasi ruang dan waktu dalam 1 kedipan mata….. aku ingin terus berada dalam dunia ini, dimna semua kenyamanan dan kedamaian aku temukan………tapi ada suatu keharusan yang memaksaku meninggalkan dunia impianku , menuju sebuah realita yang begitu pahit dan tak memiliki kepastian…… aku harus berjalan kembali kejalan yang penuh lika-liku dan menghadapi semua persimpangan jalan yang kutemui, entah apa yang menungguku di ujung sana , semua itu masihlah sebuah misteri yang tak pernah mampu di ungkapkan oleh mahluk apapun…… Tapi inilah alasan mengapa aku harus meninggalkan negeri impianku! Aku harus bangun, bangkit dan bahkan terus berjalan untuk mengungkap misteri yang menanti di ahir perjalananku!!

 

Kobarkan Api Semangat-mu

Kemana jas merahmu?? Yang selama ini kau banga-banggkan

Kemana kebanggaanmu?? Yang selama ini kau teriakan

Kemana teriakanmu?? Yang selama ini kau perjuangkan.

Apakah kau lupa, bangsa ini berdiri dan tumbuh dengan sebuah perjuangan tekad yang selama ini mereka banggakan.

Bukan karena sebuah paksaan, tapi sebuah panggilan jiwa akan satu rasa, dan tak ada seongok daginggpun yang mampu menghalangi rasa, untuk mimpi cita-cita tertinggi.

Bersama dalam persatuan

Apakah kau lupa, sejarah panjang tanah kita, yang telah diperjuangkan dalam satu rasa , yang penuh tekad dan rasa bangga.

Kini ibu pertiwi menangis akan sebuah rasa yang tak pernah mereka rasa, sebuah kebanggaan yang tak pernah mereka banggakan, dan sebuah tekad yang tak pernah mereka perjuangkan.

 

Setan

Malam ini dengan rasa dingin yg membuat suasana semakin mencekam

Suara tetes air memecah hening dalam suasana ketakutan

Dia memang ada

Dalam realita yang begitu nyata

Tak secara empiris

Tapi secara logis

Pendamping Setia dalam kehidupan

Antara ada dan tiada dalam setiap keadaan

Selalu memberi bisikan

Dalam menentukan jalan

Hanya mampu di logiskan secara nyata

Tapi mampu di empiriskan dalam khayalan, walau semu

Tau, rasa akan hadirnya

Berada dua dunia yang berbeda

Dia adalah pendamping setia

Pada setiap individu manusia

Pada perputaran roda kehidupan

Memberikan bisikan

Menuju jurang kegelapan

Tak lekang oleh waktu ataupun zaman

Hingga hari pengakhiran.

Aku dan dunia

Aku dan dunia

Adalah satu dalam kehidupan

Yang terus brrgandengan dalam perjalanan

Tidak ad ruang dan waktu yang dapat memisahkan

Aku ada karna dunia

Dunia ada karna aku

Aku dan dunia, adalah satu

Bahkan tubuh tak bersarang nyawa, tak ada lagi kulit, darah, daging. Tertinggal hanya tulang

Aku dan dunia tetap satu

Aku memiliki harapan akan dunia

Dunia memiliki harapan akan aku

Aku butuh dunia

Dunia butuh aku

Aku dan dunia, adalah satu yang tak terpisahkan

Walau suatu hari aku tak bernyawa dan tinggallah sebuah tulang

Aku ada bukan karena kebetulan

Aku ada karena dibutuhkan

Aku dan dunia, adalah satu

Dalam ruang dan waktu


Baca; Puisi (1), Puisi (2), Puisi (4)

Penulis: Siswandi Tamala, Mahasiwa UNG, Fakultas MIPA. Aktif di HMI (MPO)

Iklan