Harta

MacaritaSeharusnya kita sebagai umat manusia menyadari bahwa dunia sebagai tempat bercocok tanam dan panennya dalam kehidupan di akhirat nanti. Namun tetap saja begitu banya manusia yang lupa akan hakekat dunia, sehingga kesenangan dan kenikmatan dunia menjadi ambisi manusia. Dunia seringkali dilambangkan sebagai tiga fitnah dunia berupa Harta, Tahta, Dan Wanita.Dalam islam mengartikan kata fitnah berbeda dengan arti yang dipahami oleh masyarakat Indonesia yakni menuduhkan suatu perbuatan kepada orang yang tidak dituduh atau yang tidak dilakukan oleh orang tersebut. Kata fitnah dalam Al-Qur’an mengandung makna yang beragam sesuai dengan konteks sebab turunnya ayat, ada yang bermakna bala bencana, ujian, cobaan, musibah, kemusrikan kekafiran dan lain sebagainya. Fitnah dunia telah sedemikian hebatnya menyerang mayoritas pikiran umat manusia. Fitnah itu mengkristal menjadi ideologi yang banyak dianut manusia yaitu matrealisme. 

Dunia dan segala isinya adalah fitnah yang banyak menipu manusia, manusia seakan terlena dengan berbagai kenikmatan dunia sudah tidak dapat dibendung lagi. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya dunia itu manis dan lezat dan sesungguhnya Allah menitipkannya kepadamu, kemudian melihat bagaimana kamu menggunakannya, maka hati-hatilah terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita karena fitnah pertama yang menimpa bani Israel adalah wanita” (HR. Muslim). 

Fitnah harta sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW dimana pada saat itu, sering terjadi peperangan antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy. Dalam sebuah perang kaum muslimin terkecoh dengan harta yang ditinggalkan oleh kaum kafir Qurasisy ditengah-tengah peperangan padahal itu merupakan tipu muslihat dari kaum kafir untuk menghancurkan kaum muslimin dan akhirnya pada saat itu kaum muslimin kalah dalam peperangan.

Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa berupa  salah satu tambang emas terbesar di dunia (PT. Freeport) yang dikelola oleh bangsa asing, selain itu juga hutan Indonesia yang merupakan paru-paru dunia. Tetapi sangat disayangkan apa yang kita miliki dinikmati oleh orang lain dan kita menjadi budak dinegeri sendiri. Ternyata begitu luar biasanya fitnah harta.

Tahta

Pada zaman Rasulullah SAW Abu Bakar As-Sidhiq diriwayatkan sebelum diminta menjadi khalifah menggantikan Rasulullah SAW ia mengusulkan agar Umar Bin Khatab untuk menjadi khalifah alasan Abu Bakar adalah Karena Umar adalah seorang pemberani, luas ilmunya dan seorang alim dalam memutuskan berbagai perkara. Tetap Umar menolak dan berkata Kekuatanku akan berfungsi dengan keutamaan yang ada padamu, Lalu Umar memgangkat tangan Abu Bakar dan membaiatnya serentak diikuti oleh sahabat-sahabat lain dari Muhajirin dan Anshar. Demikiannlah khalifah pertama Abu Bakar terpilih.

Dari kejadian ini dapat kita lihat bahwa para sahabat memandang jabatan sebagai momok yang menakutkan karena mereka mengetahui konsekuensi dan resiko menjadi pemimpin. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: “Kalian akan berebut untuk mendapatkan kekuasaan, padahal kekuasaan itu adalah penyesalan dihari kiamat, nikmat diawal dan pahit diujung” (HR. Imam Bukhari). Namun perkataan Rasulullah SAW tidak berlaku lagi pada zaman sekarang dimana orang-orang saling berlomba untuk menjadi pemimpin dan jabatan seolah sudah menjadi tujuan menjanjikan kehidupan berlimpah, semua tokoh yang bertarung mengatakan Jika diminta oleh rakyat, saya siap maju. Inilah slogan para politisi, entah rakyat mana yang meminta dia maju menjadi pemimpin, sebuah kedustaan yang dipakai untuk menutupi ambisi mencari tahta untuk menjadi pemimpin, yang mereka kejar adalah kesenagan duniawi yang didapat melaui jabatan dan kekuasaan mereka lupa dengan pertanggungjawaban diakhirat mereka melakukan segala macam cara agar ambisinya bisa tercapai, adapula yang mengumpulkan dana dengan cara-cara yang tak pantas dan tak bermoral mendukung calon kepala daerah dari partai mana saja asal dengan imbalan berupa materi dalam bentuk uang yang besar.

Wanita

Sudah merupakan kodrat bahwa manusia memiliki nafsu dan akal sebagai karunia dari Allah SWT untuk menentukan pilihan hidupnya. Karena ada pilihan tersebut maka ada Surga dan Neraka sebagai pilihan manusia. Hal inilah yang akan menentukan mulianya dan hinanya manusia dihadapan Allah SWT. Bagi sebagian pria Harta, Tahta, Dan Wanita, adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya. Maka jangan heran, pada zaman sekarang para pejabat karier politiknya hancur disebaban oleh wanita. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak pernah kutinggalkan setelahku fitnah yang lebih dahsyat selain kaum pria kecuali wanita” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadits lain Rasulullah SAW juga bersabda: “Susesungguhnya wanita itu adalah aurat, maka jika dia keluar niscaya akan dihiasi oleh syaitan, dan sedekat-dekatnya seorang wanita dengan Tuhannya yaitu  tatkala ia didalam rumahnya” (HR. Imam Al-Bazzar). 

Oleh karena sebagai laki-laki jagalah pandangan mata dan pergaulan antar lawan jenis. Pandangan mata itu merupakan anak panah yang beracun yang terlepas dari busur iblis. Allah SWT berfirman yang artinya “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu ialah suci bagi mereka sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman hendaklah mereka menahan pandangan dan kemaluannya,, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya” (QS. An-nur 30-31). Ayat ini memberikan pelajaran kepada kita sebagai umat Islam untuk menjaga kesucian yang menjadi harga diri kita baik laki-laki maupun perempuan.

Gorontalo, 21 September 2017

Iklan