ilustrasi 2

Macarita- Kampus Universitas Negeri Gorontalo di kenal dengan kampus yang mempunyai nama besar, kampus yang masuk dalam 100 kampus terbaik se-Indonesia dengan peringkat ke 50 (Sumber : dikti.go.id) dan juga merupakan kampus terbaik se-Gorontalo. Kampus UNG yang dulunya bernama STIKIP, lalu berubah menjadi IKIP, berubah lagi jadi UNG dan di canangkan menjadi Universitas B.J. Habibie.

Dengan nama besar kampus UNG, mahasiswanya juga di bebankan dengan biaya UKT yang sangatlah mahal di bandingkan kampus UNTAD (Universitas Tadulako, Palu) yang berperingkat selisih 12 dengan UNG, yaitu 38 (Sumber : dikti.go.id). Banyak juga mahasiswa UNG yang mengeluh dengan mahalnya pendidikan di kampus yang berperingkat selisih 3 dengan UNSRAT (Universitas Sam Ratulangi, Manado). Mahalnya UKT di UNG sangatlah berbanding terbalik dengan fasilitas yang di nikmati mahasiswa, baik fasilitas dalam pendidikan, pelayanan dan fasilitas-fasilitas pelengkap lainnya.

Namun dalam tulisan ini saya cenderung fokus ke fasilitas-fasilitasnya, di kemanakan uang kita kawan? Setiap semester banyaknya biaya yang kita keluarkan untuk membayar UKT. Namun apakah biaya yang kita keluarkan sebanding dengan fasilitas yang kita nikmati? Saya rasa tidak untuk setiap fakultas. Coba kawan-kawan cek kembali ruang kelas kuliah, apakah fasilitasnya sudah sebanding dengan biaya yang kawan-kawan berikan? mengapa universitas seakan takut untuk membeberkan transpalasi anggaran? Ini perlu untuk kita pertanyakan.

Baja juga: Senioritas dan Junioritas; Bentuk Pembunuhan Karakter

Belum lagi UNG di kenal dengan penggunaan IT terbesar, yang harusnya di setiap titik kampus itu ada jaringan WIFI untuk mahasiswa. Namun tidak tau kenapa kita sangatlah sulit untuk login ke jaringannya. Setiap WIFI-nya selalu saja ada kode rahasianya yang tidak diberitahukan ke mahasiswanya, yang harusnya kita mahasiswa yang menikmati itu. Belum lagi banyak jaringan-jaringan kampus banyak di larikan ke rumah-rumah dosen dan staf-staf kampus, loginnya mereka malahan lebih cepat dibandingn dengan loginnya mahasiswa. Banyak biaya yang kita keluarkan, namun malah mereka yang nikmatinya. Padahal perlu kita ketahui bahwa jaringan internet di butuhkan untuk mencari tugas-tugas dari dosen yang merepotkan. Tapi mereka merampas hak yang harusnya kita yang dapatkan.

Harapan kita semua seakan jauh dari kenyataan, bahwasanya kampus yang notabenenya sebagai miniature buat para mahasiswa untuk belajar dan menikmati fasilitas yang tersedia,  harapan besar mahasiswa ialah besarnya biaya pendidikan yang di keluarkan, selayaknya di nikmati penuh oleh mahasiswa. Karna sesungguhnya kampus yang berkualitas dan memiliki daya saing, tentu mempengaruhi kualitas mahasiswa, jangan sampai di khawatirkan malah sebaliknya.

Baja juga: SENIORITAS; Bentuk Penindasan di Dunia Kampus

Iklan