IMG_3560.jpg

Meniti Perjalanan

Malam ini

Aku mengerti

Akan tabir kehidupan

                Setiap langkah yang ku langkahkan

                Membuat goresan dalam kehidupan

                Bukanlah sebuah kebetulan

Tapi… takdir yang telah di gariskan

Setiap langkah yang kita langkahkan

Nantinya akan kita sebut sebuah perjalanan

Dalam setiap perjalanan

Akan terangkai sebuah kisah.

Dalam setiap kisah,

Akan terukir sebuah kenangan.

Jangan berhenti

Teruslah bangkit

Entah suka maupun duka

Bahagia ataupun deraian airmata

Teruslah melangkah

Teruslah berjalan

Rangkailah kisah

Ukirlah kenangan

Untuk sebuah impian

                           Gorontalo, 21 Juli 2017


Dialektika Cinta

Dalam ruangan 4 x 3 meter, ditemani sebatang rokok dan secangkir kopi.
Kubirkan jendela terbuka,agar angin datang menyapa,
dengan kehampaan selimut malam yang dibawa,
Menjadi perantara, antara kenyataan dan khayalan.

Terdengar sayu dialektika cinta
Bahan perbincangan dua orang teman
Dengan sebuah pernyataan
Cinta lambang ketidakpastian

Setiap rasa yang pernah kita temui
Seakan mimpi datang menyapa
Terbuai akan sebuah rasa yang terus dinikmati
bagai petikan indah alunan suara dawai
kita lupa….lupa…lupa akan waktu terus berjalan tanpa henti.

Cinta menyugukan banyak poersimpangan
Diselimuti awan kegelapan
Derap langkah berlandaskan keraguan
Tanpa kita tau arah dan tujuan.

Inilah kenyamanan derita, yang ditawarkan cinta
bagai berkata tanpa suara
Inilah arti cinta, dalam
Dialektika antar mereka

Kenangan Tetap tersimpan
masa depan tiada kutemukan.

Gorontalo, 29 September 2017


Baca; Puisi (1)Puisi (2), Puisi (3)

Penulis: Siswandi Tamala, Mahasiwa UNG, Fakultas MIPA. Aktif di HMI (MPO)

Iklan