Bergerak agar tidak terinjak, berteriaklah agar di dengar

Universitas merupakan wadah bagi seluruh mahasiswa bebas mengembangkan dan membentuk jati diri dalam rangka persiapan persaingan di dunia kerja ataupun untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik. Dalam proses pembentukan jati diri, mahasiswa harus merasakan kemerdekaan. Bukan seharusnya mendapatkan tendensi dari mahasiswa-mahasiswa atau pihak-pihak (senior) yang memiliki kekuatan (Power).

Baja juga; SENIORITAS; Bentuk Penindasan di Dunia Kampus

Secara umum Mahasiswa yang kita kenal dalam pengertiannya adalah ketika telah terterima di lembaga Universitas, memiliki slip pembayaran yang sah dan telah memiliki kartu mahasiswa. Dalam hal ini, ketika seseorang yang sudah terdaftar dalam Universitas, ia telah sah menjadi seorang mahasiswa. Maka sepatutnya ia mendapatkan hak-haknya di dalam Universitas setelah melakukan kewajibannya.  Jadi tidak ada pembeda antara mahasiswa baru ataupun mahasiswa lama, yang biasa kita kenal dengan kata senior dan junior. Karena semuanya mendapatkan hak yang sama di dalam Universitas. Namun, dewasa ini bisa kita liat realita yang terjadi, di mana adanya sekat antara senior dan junior, yang menimbulkan kerugian bagi mereka di posisi sebagai junior. Bentuk penindasan secara halus ini tanpa kita sadar akan membentuk karakter junior menjadi penakut dan kurang percaya diri. Hal ini, karena Menurut Josua Wahyudi  (Dalam Junaedi  Widjojo 07:2015) Kepribadian manusia dipengaruhi oleh faktor turunan dan faktor lingkungan. Faktor turunan merupakan faktor dari dalam manusia yang seringkali dikaitkan dengan bentukan dari Tuhan atau turunan. Faktor lingkungan banyak berbicara soal hal-hal yang terjadi di luar saat orang itu hidup, bagaimana orang-orang di dekat kita, kondisi kita, tuntutan kita akan membentuk kepribadian kita. Dari penjelasan Josua Wahyudi bahwa pembentuk kepribadian terbagi atas dua, yaitu faktor turunan dan faktor lingkungan. Ketika junior dalam lingkungan kampus, mendapatkan tendensi dari senior, maka itu akan membentuk karakter junior yang takut karena jiwa kepemimpinannya akan berkurang walaupun kadang penerimaan mahasiswa baru di lakukan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).

Baja juga; Pencuri WIFI Kampus

Kalau pun mereka yang menamakan senior sadar akan hal ini, apa yang mereka lakukan akan menghancurkan eksistensi mahasiswa. Karena akan terbentuk kelompok-kelompok antar mahasiswa, atau kelas-kelas sosial di dalam kalangan mahasiswa, sebagaimana kelas tertindas dan kelas penindas. Hal tersebut akan menjadikan gerakan mahasiswa menjadi pincang, karena egoisme senioritas. 

*rmmiu15

Iklan