Semakin kuat kita menggenggam, maka terlepaslah sedikit demi sedikit apa yang kita genggam

Kita tidak pernah sadari apa yang kita miliki saat ini, Kita lebih mengejar sesuatu yang lebih dibandingkan dengan apa yang kita punya sekarang ini, Ternyata benar ya kata Tuhan, bahwa manusia itu tidak pernah puas, Selalu mencari dan mencari tanpa berhenti sebelum menemui, Dan terkadang Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan, Sesuatu yang lebih mengajarkan kita untuk bersikap rakus, sesungguhnya kita bukan binatang.

Tentang Kehidupan

Hidupmu adalah hidupmu dan hidupku adalah hidupku, Jangan bertingkah seolah-olah memaksakan kehendak, Sesungguhnya kita hidup di era peradaban sebagai mahluk sosial yang tak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, Pahamilah setiap sisi kekurangan dirimu, itu menjadi batu pijakan setiap langkahmu, Jangan bertindak terlalu jauh, sedang kau sendiri tak sanggup menjangkaunya, Sebab langkahmu yang lebih, akan membuatmu perlahan-lahan jatuh dalam langkahmu sendiri.

Tentang Mencinta

Hari demi hari kau selalu menuliskan sajak untuknya, Bahkan penamu tanpa ragu melukiskan sesuatu yang dapat menyejukkan jiwa, Ibarat tali, kau ikat dalam genggaman seakan tak ingin terlepas, Busur panah matamu telah menancap sanubari terdalam, Membekas ragu untuk melepaskan, Pesanku jangan terlalu dalam saat mencinta, sebab saking dalamnya perasaanmu maka lebih dalam pula jika sakit hati datang bertamu, Itulah sebabnya filosofi pasir menjadi jawaban sederhana tanpa perlu jauh-jauh kau mencari.

Gorontalo, 30 Oktober 2017

Iklan