pake

Kemanah jas merahmu?

yang selama ini terjaga dengan kebanggaan

Kemana kebanggaanmu?

Yang selama ini kau teriakan

Kemana teriakanmu ?

Yang selama ini kau perjuangkan

Kemana perjuanganmu?

Yang selama ini kau kibarkan

Wahai pemuda

kenapa kau hanya diam dan bungkam

Apa kau lupa,

sejarah panjang para pejuang

Wahai pemuda

bangkitlah dan berjuang

Layaknya para pahlawan

terus maju kedepan melawan penjajah

semangat bagai kobaran api yang tak pernah padam

terus menerjang, menyerahkan jiwa dan raga

inilah mereka para pahalawan bangsa

dengan semangat api yang mereka milki

mereka rela bermandikan darah dan air mata

demi kebebasan nusantara

Inilah mereka para pejuang bangsa

tetap berdiri dengan gagah berani

demi mengibarkan sang merah putih

di tanah ibu pertiwi

walau tau mautkan menanti

inilah mereka para kebanggan bangsa

berkaca dari sejarah

mereka mencetuskan sumpah pemuda

“kami poetra dan poetry Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia”

“kami poetra dan poetry Indonesia mengakoe berbagsa jang satoe, Bangsa Indonesia”

“kami poetra dan poetry Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia”

lewat kata mereka menyatukan nusantara

dari sabang sampai merauke menyatu tanpa perbedaan

dengan warnah merah dan putih manjadi symbol perlawanan

untuk mengusir para penghadang negeri

Dari tanah ibu pertiwi

Inilah mereka para pahlawan, pejuang kebanggaan bangsa

bersatu demi merebut satu kata

“MERDEKA MERDEKA MERDEKA”.

Wahai pemuda

Ibu pertiwi kini menangis

Negara Indonesia kini menderita

rakyatmu kini sengsara

Wahai pemuda

apakah kau belum bangun dan terjaga

melihat ambang kehancuran tanah air tercinta

Bangunlah pemuda

sudahi mimpi indahmu

negeri ini milik kita

jangan hanya diam dan bungkam

jangan hanya bicara tanpa tindakan

berdirilah dengan gagah dan berikan karya nyata

wahai  pemuda

bukalah hati dan matamu, dan jagalah Indonesia dengan penuh cinta

yang diwarisi para pahlawan pejuang kebanggan tanah air tercinta

MERDEKA…MERDEKA….MERDEKA

Gorontalo, 28 Oktober 2017

Penulis: Siswandi Tamala, Mahasiwa UNG, Fakultas MIPA. Aktif di HMI (MPO)

Iklan