Jalan kita sudah tak sama, bahkan sudah tak seirama, kau telah mengukir kisah indah bersamanya, sedang aku merasakan pahitnya dipermainkan rasa, tapi apalah daya tangan kita sudah tak sanggup berbalut mesra.

Mungkin kata maafkan aku yang dulu, bukan menjadi jawaban untuk kisah kita yang telah lalu, kisah yang membuat aku jatuh ke dalam hati yang palsu, hati yang tak menghargai artinya sebuah temu, cukup aku yang merasakan pahitnya ketika merindu, tak jelas arah yang menuntunku, rinduku kini melemahkanku, mematahkanku, dan seolah mematikanku, menghentikan setiap langkahku untuk mencari yang baru.

Melalui perantaramu aku lebih menghargai akan artinya sebuah hubungan, saling menjaga dan menutupi kekuarangan, kamu adalah jawaban di balik pahitnya sebuah kenangan, melalui sajak ini ku torehkan sebuah harapan, semoga kau mendapatkan kebahagiaan, tentunya kebahagiaan itu bukan dengan mantan.

Gorontalo, 02 November 2017

Iklan