kapal veri
sumber: http://www.rri.co.id kapal yang membawa sang penulis

Hati ini gundah

Hati ini takut

Hati ini bimbang

Hati ini binggung

Ketakutan telah merajaiku

Tanpa sengaja aku terbawa kapal

Menuju Negeri seberang

Perlahan kapal menjauh dari dermaga

inginku melompat ke lautan, tapi itu tak mungkin

Aku jadi bahan tertawaan

Mereka tak Aku kenal, tapi inginku jadikan teman

di tengah kesendirian, keterasingan dalam perjalanan yang tak aku rencanakan

perawakan kota menghilang dipelupuk mata

Aku terombang ambing ditengah lautan

Aku dan pengalaman baruku, bagaikan syair syair sang pujangga dalam tulisan

Langit petang yang berwarna jingga

pudar bersama datangnya rembulan yang dihiasi awan dan gemerlapnya bintang

Keindahan sungguh telah nampak di depan mata

Kini ketakutan yang terpatri di dada

Hilang dan sirna, bersama keindahan lewat sebuah pandangan

Seakan

Gelombang laut menghempas kebimbangan

Hembusan angin berlalu bersama ketakutan

Aku menyebrangi lautan

Perjalanan ini tak pernah Aku rencanakan

Hanya dengan sepasang baju dibadan

Sedikit uang yang terselip disaku celana

Aku menuju kota yang tak pernah kujamah

Aku sadar

Aku dan pengalaman dan Pengalaman baruku

Bukanlah suatu kebetulan

Lewat perjalanan ini

Aku diberikan kesempatan

Mengukir sejarah di negeri seberang

Aku mengerti

Harus ada pelajaran yang aku petik dari pengalaman baruku

Kupastikan

Aku akan memetik buah paling ranum

Di negeri seberang

Agar aku bisa mengukir sejarah yangkan aku bingkai dalam bingkai kehidupan

Agar bisa aku ceritakan dimasa depan.

(Bersambung… baca Bagian 2)

31 Oktober 2017

Siswandi Tamala

Puisi ini merupakan puisi yang tercipta saat Sang penulis secara tidak sengaja terbawa kapal dari Gorontalo Menuju Sulawesi Tengah.

Iklan