Aku hanyalah wanita di akhir zaman, ibarat sebuah kapal tanpa nahkodanya, aku akan mudah hanyut dan tenggelam di lautan dunia. Aku hanyalah wanita di akhir zaman yang mudah dipermainakan keadaan dan mudah terperangakap oleh hawa nafsu.

Menjadi wanita di akhir zaman tak mudah untukku menahan iman, dengan segenap ia bisa hancur begitu saja, tak mudah untukku menjaga auratku disaat dunia sedang disilaukan dengan fashion-fashion yang mendedahkan aurat wanita muslimah, disaat dunia lebih mengagungkan kecantikan berbanding kesolehaan.tak mudah untukku menjaga setiap tutur kataku. aku wanita di akhir zaman yang takut akan kesombongan dan keangkuhan dunia. 

Aku wanita di akhir zaman yang penuh kekurangan. Cintaku tidaklah seagung khadijah, setiaku tidaklah sehebat Aisyah, kecantikkan ku tidaklah sebening zulaikha dan keimankan tidaklah setaat Fatimah. inilah aku apa adanya.  Terkadang aku khilaf terkadang aku jatuh terkadang aku salah dalam bertindak. Tapi sebagai wanita di akhir zaman aku sentiasa berusaha untuk memperbetulkan kesalahanku aku sentiasa berusaha untuk mencari keridhoan tuhanku, aku sentiasa berjuang mempertahankan keimananku, aku senantiasa ingin mendapat tempat yang tinggi di mata allah meskipun itu sukar namun aku akan selalu berusaha.

Aku wanita di akhir zaman yang kuperlukan adalah seorang pelindung, dan menjadi dinding untukku agar tidak terjerumus dalam kefananaan. Aku memerlukan payung yang akan melindungiku dari panas dan hujan. Aku memerlukan seseorang yang membawaku ke jalan yang ingin kutuju. Aku memerlukan seseorang yang akan menjadi imamku menuju keredhaan.

orang-bayangan2

Aku wanita di akhir zaman, aku tidak dapat menjanjikan yang terbaik untuk calon imamku tapi aku akan sentiasa berusaha untuk memberikan yang terbaik. Dan hargailah aku sebagai wanita di akhir zaman, pimpin aku dan bimbinglah aku agar bisa menjadi seperti wanita-wanita di zaman Rasulullah. Aku ingin menjadi bidadari syurga.

Aku wanita diakhir zaman yang mencari sinar dihatinya.

From Bismillah to Alhamdulillah

Gorontalo, 05 Dsember 2017

Febriyanti Poiyo

Iklan