images (1)
http://authenticliving.se/there-are-mothers/

Malam sudah larut anak anakku…

Melihat kalian terlelap seharusnya membuatku tenang karena malam sudah

memeluk lelah kita setelah seharian penuh dengan perjuangan…

Alea, sandra, ridwan..

Kita sudah bersama selama sepuluh tahun belakangan ini….

Kalian jadi sebab dari tangis dan senyumanku

Kupandangi satu-satu tubuh mungil tak berdosa belahan jiwaku buah hatiku

Seharusnya kalian bahagia…

Tidak seperti sekarang ditinggalkan dan ditelantarkan oleh ayah. Mungkin ini salah ibu. Ataukah salah takdir. Takdir yang sudah digariskan Tuhan kepadaku dan mengorbankan kalian. Iaa..

Apakah ini adil untuk kita anak anakku?

Kita harus membayar kesalahan seseorang yang kita harapkan jadi tulang punggung. Apakah kita sudah sedemikian buruk sehingga harus ditinggalkan?

Anak anakku…ku masih ingin memeluk dan mencium bau tubuh kalian

Sumber kekuatan dan semangatku

Belahan jiwa dan buah hatikuu.

Tidurlah lebih lama. Ada satu tempat akan menunggumu kalian tidak perlu hidup susah sepertiku.. Kalian tidak perlu membayar semua utang-utang dari kesalahan ayah..

Kalian akan hidup dalam bahagia yang abadi…..

Waktu bergulir dengan pelan

Dan seketika rumah menjadi begitu ramaiiii. Orang orang berteriak kepadaku dan sebagian mengguncang-guncang kan badanku….. ibu hanya bisa melihat itu semua tapiii tidak ada suara suara yang terdengar… hanya ekspresi kemarahan keterkejutan tangis silih berganti terpampang dihadapanku.

Mereka marah pada ibu..

Padahal mereka tak pernah tahu

Ibu sudah menghadiahkan surga buat kalian. Anak anak murni yang belum berdosa. Iaaa ibu tak perlu menyuruh kalian menunggu ibu dipintu surga. Karena ibu sudah menukar surga kalian untuk neraka ibu sendiri…

Berbahagialah anak anakku..

Dan ini dunia terakhir kita bersama..

Karena dunia kita sekarang sudah begitu berbeda….

Topoyo 12 Desember 2017

IMG_20171128_103153

Ardiana Said, Lahir di petoosang, Sekarang meniti hidupnya di Kec. Topoyo Kab. Mamuju tengah, Sulawesi Barat

Iklan