Macarita- Dunia dikagetkan dengan pidato Presiden ke-45 negeri Adidaya Amerika Seikat (AS) Donald Trumpt pada Rabu (6/12/17) yang mengakui secara terang-terangan Yerussalem sebagai ibu kota yang sah untuk Negara Israel menuai pro kontra diseluruh penjuru dunia. Kenapa tidak, Trumpt mengatakan hal tersebut seolah-olah seluruh jagat raya ini berada dibawah kekuasaannya dan berhak mengaturnya. Jelaslah ini melanggar Hukum Internasional sungguh tidak etis seorang pemimpin negara menfatwakan sesuatu yang bukan berasal dari negaranya.

Yerussalem merupakan jantung konflik panas Israel-Palestina, tentunya ini merupakan sebuah ancaman bila kota Yerussalem menjadi ibu kota Israel, sebab hubungan Israel dan Palestina sudah tidak akur dan terus terjadi peperangan. Seluruh pemimpin negara di dunia bahkan warga di seluruh dunia banyak mengecam terkait pidato Trumpt tersebut, bahkan ada juga yang mengutuk pidatonya. Pengakuan AS itu menjadi dasar Israel terus melakukan pendudukan di wilayah Palestina. Sebab Palestina sudah mendeglarasikan Yerussalem Timur sebagai ibu kotanya kelak. Ada juga yang mengklaim bahwa pengakuan Yerussalem sebagai ibu kota Israel adalah perkara yang sah dan tidak perlu mendeklarasinya.

Salah satu yayasan di Indonesia yang mengeduksi tentang keberagaman “Hadassah Indonesia” menilai  Yerussalem sejak dulu sebenarnya sudah lekat dengan bagsa Yahudi. Yerussalem sudah berkaitan sejak 4000 tahun yang lalu dengan bangsa Yahudi. Yerussalem dibangun oleh Raja Daud saat menjadi Raja Kerajaan Israel. Selama 33 tahun, Yerussalem sudah menjadi ibu kota Israel. Salomo anak Daud membangun Bait Suci yang merupakan kiblat umat Yahudi di seluruh dunia”. Jelas pendiri Hadassah Indonesia, Monique Rijkers kepada suara.com, kamis (7/12/17). Menurut Monique, “Pemerintah Indonesia boleh saja menolah deklarasi AS mengenai status Yerussalem. Tetapi, kalau dipikir lagi, apakah saat Indonesia memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Palangkaraya. Indonesia mau diintervensi oleh PBB dan negara lain? Tentu tidak bukan ?, Yerussalem adalah ibu kota Israel dulu sekarang dan selamanya dengan atau tanpa pengakuan AS”, Tegasnya.

Pernyataan yang di sampaikan Monique berbanding terbalik peristiwa yang terjadi sekarang. Ada yang mengatakan kenapa bukan Israel saja yang mendeklarasinya, kenapa harus AS. Apakah untuk menunjukkan kesombongan agar semua negara takut terhadap AS. Ataukah untuk kepentingan Politik Insternasional antara AS-Israel.

Menteri luar negeri negara-negara Arab mengatakan pengakuan presiden AS Donald Trumpt terhadap Yerussalem  sebagai ibu kota Israel bersiko menyebabkan Timur Tengah ke dalam dalam “Kekerasan dan kerusuhan” yang lebih buruk. Pernyataan disampaikan para menteri luar negeri yang tergabung dalam Liga Arab menyebutkan pengakuan AS itu juga mengakhiri netralitasi AS dalam masalah yang paling sensitif di kawasan tersebut. Liga Arab mengatakan saat ini AS tidak dapat diandalkan sebagai penengah dalam perdamaian Timur Tengah. Penyataan 22 Negara itu termasuk sekutu dekat AS, disampaikan setelah kekerasan dan protes di tepi barat dan Jalur Gaza yang telah berlangsung selama tiga hari.

Pengakuan Trumpt atas Yerussalemn untuk Israel adalah untuk menepati janji kampanye sewaktu bertarung dengan Hillary Clinton lawan politiknya waktu itu, Trumpt juga mengatakan “tidak lebih dan tidak kurang merupakan pengakuan atas realitas”. Namun pengakuan tersebut memicu kritik keras dari berbagai negara termasuk Indonesia.

Resolusi Liga Arab disepakati pada Minggu (10/12/17) pada pukul 03:00 waktu Kairo, didukung oleh sejumlah negara sekutu AS, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Yordania yang telah menyuarakan kekhawatiran mereka. Resolusi menyebutkan

AS telah “menarik diri sebagai sponsor dan perantara” dalam proses perdamaian Israel dan Palestina melalui keputusannya.

Langkah Trumpt “meningkatkan ketegangan, memicu kemarahan dan mengancam kawasan ke dalam kekerasan dan kerusuhan”. Untuk itu akan meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengecam langkah tersebut.

Resolusi tersebut juga menuai kontroversi dan berbagai perlawanan warga Palesttina di tepi barat jalur gaza. Trumpt telah mengklaim bahwa pengakuan atas Yerussalem ini akan memajukan proses perdamaian antara Israel-Palestina. Berbeda dengan Usher Trumpt tampaknya mensabotase upaya perdamaian  tersebut tetapi untuk perdamaiannya sendiri. Keputusan ini menguatkan Israel menentang terhadap Palestina dan konsesi kepemilikkan akan Yerussalem, keputusan ini akan menyulitkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk melakukan perundingan.

BBC News memperoleh tanggapan bahwa keputusan Washington telah merusak peluang Palestina meraih kemerdekan sebagai negara dengan Yerussalem Timur sebagai ibu kotanya. Dengan mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel, maka AS akan memperkuat posisi Israel bahwa pemukiman di kawasan Timur kota itu merupakan komunitas Israel yang sah.

Amerika Serikat merupakan negara pertama yang secara terang-terangan mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel. Menurut PM Israel Benyamin Netanyahu pengakuan tersebut merupakan sebuah momen yang bersejarah. Tetapi tidak senada dengan warga dari negara lain yang menuai kecaman termasuk Indonesia. Menurut Joko Widodo Presiden RI “Pengakuan sepihak itu melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB dan bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia, PBB dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk segera membahas dan menentukan sikap.

Paus Fransiskus mengatakan. “Saya tidak dapat membungkam keprihatinan saya yang mendalam atas situasi yang muncul dalam beberapa hari ini. Pada saat yang sama saya sangat mengharapkan semua orang untuk menghormati status quo kota, sesuai dengan resolusi PBB yang relevan. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan bahwa Presiden Trumpt “Akan membahayakan prospek perdamaian bagi Israel dan Palestina. Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan keputusan Trumpt untuk mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel “Sangat disesalkan”. Cina dan Rusia juga demikian menyatakan keprihatinan mereka bahwa langkah Trumpt dapat meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut. Perdanan Menteri Inggris Theresa May mengatakan Pemerintah Inggris tidak setuju dengan keputusan AS itu yang disebutnya tidak dapat membantu proses perdamaian antara Israel-Palestina. Juru Bicara Konselir Jerman Angela Merek mengatakan dalam postingannya di Twitter bahwa Berlin “tidak mendukung sikap Trumpt ini karena status Yerussalem hanya dapat dirundingkan hanya dalam kerangka dua negara”. Pernyataan Trumpt dalam pidatonya justru akan memperkeruh suasana dan membuat situasi semakin memanas. Indonesia juga tidak sependapat dengan pernyataan Trumpt seperti yang di ungkapkan oleh Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Igatur Suharyo mengatakan “pemindahan ibu kota merupakan hal politik dan bukan menyangkut dengan keamanan, bagi umat mana pun Yerussalem tetap akan menjadi Kota Suci karena sebagai lambang Iman Katolik tidak akan berubah siapapun yang menguasai Yerussalem”. Kata Suharyo. 

Sementara pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) yang ditandatangani oleh ketuanya, Pdt. Dr. Henriatte Tabita Lebang, menyampaikan bahwa pengakuan Trumpt itu “merupakan bentuk pengabdian terhadap perjalanan panjang Gereja-Gereja dan dan masyarakat dunia untuk menyelesaikan konflik Palestina dengan solusi dua negara yakni Israel dan Palestina yang berdiri secara damai”.

Untuk itu, dengan menyelesaikan konflik keduanya harusnya berada di Pemerintahan Israel dan Pemerintahan Palestina tanpa campur tangan dari negara manapun termasuk AS. Sebab seluruh pemimpin negara mengatakan hal yang sama bahwa Trumpt hanya membuat situasi makin rumit dan memperpanjang masalah.
Antara Israel dan Palestina belum ada keputusan mutlak terkait kepemilikkan Yerussalem itu sendiri, hal ini disebabkan konflik keduanya sudah berlangsung sejak lama dan belum menemukan titik terang.

Gorontalo, 13 Desember 2017

Iklan