indonesia dan pancasila
sumber gambar: http://www.lyceum.id

Soekarno mengatkan “Di pulau Bunga yang sepi tidak berkawan aku telah menghabiskan waktu berjam-jam lamanya merenungkan di bawah pohon kayu. Ketika itu datang ilham yang diturunkan oleh Tuhan mengenai lima dasar falsafah hidup yang sekarang dikenal dengan Pancasila. Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali tradisi kami jauh sampai ke dasarnya dan keluarlah aku dengan lima butir mutiara yang indah.” (Cindy Adamz; 2007).

Pada tanggal 1 juni 1945, Soekarno merumuskan pancasila yang berbunyi:

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau perikemanusiaan
  3. Mufakat atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan yang Maha Esa

Menurut Muhammad Hatta dalam tulisan “Wasiat Bung Hatta kepada Guntur Soekarno Putra” yang ditulis pada 16 Juni 1978, BPUPKI kemudian membentuk tim yang terdiri dari sembilan orang untuk merumuskan kembali Pancasila yang dicetuskan Soekarno.

  1. Soekarno
  2. Muhammad Hatta
  3. AA Maramis
  4. Abikusno Tjokrosoejoso
  5. Abdulkahar Muzakir
  6. Agus Salim
  7. Ahmad Soebardjo
  8. Wahid Hasyim
  9. Muhammad Yamin

Tepatnya pada tanggal 18 Agustus  1945 tercetuslah pancasila seperti yang kita ketahui sekarang ini.

  1. Ketuhanan yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Menurut Soekarno bahwa lima asas diatas merupakan dasar dari negara yang menjadi falsafah hidup berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia. Soekarno juga  mengatakan, bahwa pancasila yang ia cetuskan bukanlah hasil ciptaanya, tapi pancasila sebenarnya sudah menjadi jati diri bangsa indonesia dan menurutnya, apa yang dilakukan Soekarno hanyalah menggali nilai-nilai dan tradisi itu, hingga tercetusnya pancasila.

Ini membuktikan nilai-nilai dan tradisi kehidupan pada kala itu menjunjung tingi nilai-nilai Universal Manusia yang satu tujuan yang sama yakni menciptkan kehidupan yang harmonis dengan menumbuhkan nilai keadilan, kesejahteraan, kejujuran, keamaan, kerukunan, gotong royong, persatuan, kecerdasan, dan lain-lain. Sama halnya apa yang Soekarno katakan dia bukanlah pencipta pancasila melainkan hanya menggali nilai-nilai pancasila yang sudah dalam indonesia itu sendiri.

Hal ini menggambarkan bahwa kehidupan bersosial rakyat pada masa itu adalah cerminan dari pada pancasila itu sendiri

  1. Sila Pertama
    Sebuah tatanan kehidupan yang memiliki toleransi antar umar beragama antara satu dan yang lainya walaupun terdiri atas 5 agama besar.
  2. Sila Kedua

Sebuah tanatan kehidupan dimana setiap orang  dalam mengambil keputusan dan tindakan selalu dilandasi oleh nilai-nilai budaya, terutama norma – norma sosial dan kesusilaan / moral yang ada di masyaraka agar tidak sewenang-wenang terhadap sesama

  1. Sila Ketiga

Tatanan kehidupan yang sesuai dengan bhineka tunggal ika, dari sabang sampai merauke yang memliki banyak perbedaan  seperti bahasa, budaya, asas bahkan agama. Namun itu bukan menjadi sebuah alasan untuk memarjinalkan kelompok tertentu karena mereka sadar dan percaya mereka sama-sama berada dibawah kibaran bendera merah putih

  1. Sila Keempat

Kehidupan  yang dimana setiap golongan bukan hanya banyak bicara tapi saling mendengar untuk mencapai kata mufakat  dalam mengambil sebuah keputusan. Demokrasi adalah salah satu sistem yang digunakan.

  1. Sila Kelima

Dimana setiap orang sadar akan hak dan kewajibannya dalam bernegara dan bersosial.

Sekarang Indonesia telah menyongsong peringatan hari kemerdekaan yang ke-73 Tahun, namun pada realitasnya indonesia kehilangan jati diri yang telah lama tertanam  dalam jiwa indonesia.
Dalam kenyataan yang sedang berlangsung pada Indonesia, nilai-nilai pancasila mulai hilang dan terlupakan dalam setiap warga negaranya.

  1. Sila Pertama

Hilanganya rasa saling menghargai antara pemeluk agama  contoh kasus: Banyak acara menyiarkan debat agama,dan Banyak oknum tertentu melakukan penistaan agama.

  1. Sila Kedua

Banyak manusia layaknya seeekor hewan  contoh kasusu: pembunuhan, pemerkosaan, Asusila, hilangnya kepedulian antar sesama, dan lain sebagainya.

  1. Sila Ketiga

Banyak perselisihan yang terjadi karena perbedaan contoh kasus adalah debat agama dalam acara tv , banyak serial tv yang menampilkan para Perwakilan rakyat yang hampir aduh tinju, dan juga banyak gerakan dari daerah-daerah tertentu untuk coba memisahkan diri dari Indonesia contohnya OPM. Dan  ini merupakan salah satu penyebab hilanganya kebhinekaan indonesia.

  1. Sila Keempat

Banyak pertikaian yang terjadi berawal dari aduh argument yang berujung terpecahnya satu golongan. Ini membuktikan bahwa dewasa ini banyak yang hanya mau berbicara tapi tak mau mendengarkan

  1. Sila Kelima

Rakyat dan para Birokrat Negara yang hanya mau menerima haka tapi lupa menjalankan kewajibanya.

Hari ini banyak sekali diantara kita yang menuntut untuk mendapatkan haknya sebagai seorang warga negara tapi kita lupa menjalankan kewajiban kita sebagai warga negara, kita terlalu banyak berbicara tapi lupa bagaimana caranya mendengarkan, kita terlalau banyak mengkriti sana-sini tapi lupa mengkritik diri sendiri.

Hari ini kita banyak menuntut, agar Indonesia dihargai, namun kita sendiri lupa menghargai Indonesia itu sendiri

Bukan hanya itu para petinggi negeri ini juga telah lupa bagaimana caranya memimpin, banyak penyelewengan yang telah kalian lakukan, awalnya kalian memohon namun akhirnya setelah kalian duduk di tampuh kekuasaan kalian lupa diri dan hanya memikirkan diri sendiri, kalian banyak melakuakan perjalanan luar negeri tapi lupa membawa buah tangan untuk negeri sendiri, itu kalian lakukan hanya untuk memenuhi kepuasan pribadi semata.

Hari ini para pemimpin negeri ini lupa bagaimana caranya mendengar, mereka lupa bagaimana caranya membuka mata tapi mereka tau bagaimana caranya berbicara.

Gorontalo, 12 Januari 2018

Baca juga : Pahlawan Pejuang Kebanggan Indonesia

Penulis: Siswandi Tamala, Mahasiwa UNG, Fakultas MIPA. Aktif di HMI (MPO)

Iklan