surat cinta untuk indonesia
sumber gambar : http://www.helpshared.com

Rakyat 1 : Kenapa yah, negeri ini tidak pernah maju?

Rakyat 2: bagaimana mau maju kalau pemimpinnya kerjanya saat rapat membicarakan indonesia mereka hanya molor terus,bukan hanya itu, saat melakukan studi banding luar negeri, yah mereka hanya keasikan  jalan-jalan dan lupa hal-hal positif apa yang bisa dipetik dan dikembangkan di indonesia

Rakyat 1: terus hal apa yang perlu kita lakukan agar indonesia ini maju?

rakyat 2: nasibnya indonesia memang sudah seperti ini sulit untuk kita rubah, lihat saja setiap pergantian masa pemerintahan tetap sama saja tidak ada perubahannya sama sekali

seorang Anggota birokrat pemerintahan yang sejak tadi mendengarkan perbincangan mereka merasa geram.

Penguasa: hei jangan asal bicara kau, memengnya apa yang sudah kau berikan terhadap indonesia?

rakyat 2: hehh…tidak salah bicara? , seharusnya itukan sudah jadi tugas kalian. yang kerjanya tidur terus

Penguasa: lihat dulu diri kamu …. kau sendiri tidak mau memikirkan indonesia, jadi jangan taunya kritik sana-sini.

mereka berdebat tanpa ada yang mau mengalah

 

Mungkin inilah Indonesia kita sebagai warga negara dan mereka para penguasa selalu menuntut hak tapi lupa dengan kewajiban, bukan hanya itu kita semua maunya didengarkan tapi tak mau mendengarkan.

Dewasa ini kita kehilangan jati diri kita yakni pancasila dan hari ini kita kehilangan arti kata bhineka tunggal ika. tak ada lagi persatuan yang ada hanya perpecahan.

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau 17.508 pulau, 33 Provinsi, yang terdiri atas lima pulau besar. Indonesia kaya akan sumber daya alam, hutan dan pepohonan bagaikan hamparan karpet yang luas yang mampu menyuplai udara segar seperti yang kita rasakan, sungai-sungai yang selalu dialiri air bersih tanpa henti untuk menyuplai air yang setiap hari kita minum namun kenapa hari ini semua itu seakan perlahan sirna sungai-sungai yang tadinya bersih kini mulai dihiasi tumpukan sampah, saat itu kita bisa melihat air tawar yang begitu jernih dan sekarang telah menjadi keruh kecoklatan. Hutan-hutan yang saat itu bagaikan hamparan karpet luas kini pohon-pohonya tumbang satu persatu dengan kegiatan ilegal Logging , ditambah lagi polusi udara yang semakin menggila.

Apa gunanya kita membuat batang pohon yang dulunya rindan kemudian digantikan dengan sebuah kursi namun tak bisa melindungi kita dari teriknya matahari, akibat kegiatan manusia yang merusak alam, alampun berbicara lewat bencana yang ditampakan, banjir, Longsor, gempa, Polusi, kekeringan dan lain sebagainya namun seakan manusia yang berdiri di atas tanah ibu pertiwi tidak mengerti dengan bahasa yang diberikan alam, sebagian orang terus melakukan pemakaian sumber daya alam secara berlebihan dan tidak ada pengembalian untuk alam.

Cerita macam apa yang akan kita ceritakan pada anak cucu kita? Apakah kita akan bercerita betapa hijaunya hutan, betapa jernih dan segarnya air sungai, Relakah kita mebiarkan anak cucu kita melihat tumpukan sampah di sungai, melihat hutan sudah gundul, menghirup udara yang penuh dengan polusi?.

Seandainya tanah tercinta ini bisa bicara, maka dia ingin berkata!

Wahai kalian yang berdiri diatas tanahku,

telah kutumbuhi tanahku dengan dengan rimbunya pepohonan,

telah kualiri setiap sungai dengan air yang menyegarkan,

telah kuhiasi alam ini dengan banyak panorama indah

yang bisa kalian nikmati dengan sepasang mata.

Pakailah pohonku dan tanami aku kembali

\minumlah airku dan jaga kebersihanya

Pandanglah persembahanku dan jangan kau rusak aku

Wahai kalian

Berhentilah merusakku

Jaga aku, rawat aku, lindungi aku

Seperti kaummu terdahulu

Menjaga dengan segenap jiwa raga

Mereka tak rela melihatku diperkosa kaum penjajah

Angkat senjata adalah jawaban mereka

Kehilangan nyawa taklah berarti apa-apa

Pendahulumu tetap melakukannya

Asalkan mereka dapat merebutku dari tangan mereka

Pendahulumu melindungiku dengan sepenuh cinta

 

Wahai kalian kemanakah hilangnya rasa itu,Dengan sengaja kalian membiarkanku diperkosa kembali, aku menderita, telah kubahasakan semua penderitaan lewat alam, tapi apakah kalian tak mengerti ataukah kalian dengan sengaja menutup mata dan telinga?.

Wahai kalian, yang berdiri di atas tanahku, lihat aku, dengarkan aku, aku butuh cinta kalian

Aku butuh kalian dan kalian butuh aku.

baca juga : Pahlawan Pejuang Kebanggaan Indonesia

tanah ibu pertiwi semakin kering kerontang

bagai tanah gurun yang gersang
Tanah ibu pertiwi menangis
bagai curah hujan yang deras

wahai kalian kemanakah jati diri kita,
kemanakah hilangnya nilai pancasila

bertahun-tahun lalu telah digali oleh bapak pendiri bangsa,  bung karno berkata
inilah pancasila, rangkaian kata sempurna bagai mutiara indah, yang ada dalam jati diri indonesia.

Kawan bukalah mata, dan lihat kegersangan tanah indonesia
kawan bukalah telinga dan dengarkan tangisan Indonesia
kawan berhentilah bicara dan ulurkan tanganmu  untuk indonesia

Hei kalian, jangan biarkan keindahan dan kekayaan tanah ibu pertiwi menjadi dongeng bagi generasi selanjutnya.

Baca juga : Indonesia dan Pancasila , dan Indonesia Pelupa.

Gorontalo, 16 Januari 2018

Penulis: Siswandi Tamala, Mahasiwa UNG, Fakultas MIPA. Aktif di HMI (MPO)

 

Iklan