664xauto-seni-prasejaran-indonesia-sama-tuanya-dengan-di-eropa-141011i
https://www.dream.co.id

Apakah ini takdir yang telah digariskan

Ataukah nasib, mencari pembenaran akan sebuah alasan

Engkau bagitu jauh saat aku mencoba meraih

Kiini kau hadir dengan sebuah kata bahwa engkau pernah merasa

 

Ingin ku genggam tangan itu

Namun tangan itu telah digenggam

Ingin ku rangkul tubuh itu

Namun tak ada lagi daya bersarang dalam tubuh

Ingin  ku hancurkan pembatas ini

Namun hati  itu sudah terikat terlalu kuat

Ingin ku putuskan ikatan itu

Namun ku tak belati yang tajam untuk memutuskan

 

Engkau adalah sebuah sejarah

Berada dimasa lalu

Kembali di masi kini

Dan menyisakan ukiran yang menerawang untuk masa depan

 

Ilusi

Kenapa aku terjebak sebuah ilusi

Terbelenggu  sejarah yang  pernah kulalui

Menghadirkan rasa namun tak pernah ku mengerti

 

Aku terlalu bodoh dan takut melangkahkan kaki

Aku terpasung diantara dua rasa

Rasa yang tak pernah ku mengerti dan sulit untuk memilih.

Gorontalo, 28 januari 2018

Penulis: Siswandi Tamala, Mahasiwa UNG, Fakultas MIPA. Aktif di HMI (MPO)

Iklan