semilir angin tiga arah
gambar pribadi

Semua ini terjadi sesuai harapan yang pernah kudambakan
berdiri sendiri diterpa angin segar dari tiga arah
kini  aku berdiri dipuncak kejayaan rasa
menggenggam jiwa yang tak kuasa dengan gagah perkasa
Inilah adalah keadaan dimana mereka ceritakan dengan rasa bangga
dulu aku ingin menembus cakrawala hanya untuk menggenggam rasa
kini aku bersua denganya
sebuah rasa bangga yang mereka ceritakan
tapi kenapa aku hanya terpaku dan membisu
seperti pakaian yang lusuh

aku bertanya!

kemanakah hilangnya rasa bangga yang ku damba?
kenapa hati ini terus mencerca diri
aku terluka, namuan ku tak melihat darah
mengapa aku tak bisa seperti mereka?
dengan leluasa bercerita kepada setiap orang yang disapa

mengapa aku tak bisa seperti mereka?
jiwa ini terbelenggu cita

mengapa aku tak seperti mereka?
merasakan duka dikala mereka bahagia

ingin aku melawar harumnya mawar
detik itu pula jiwa ini ikut tercalar

engkau, kau dan dikau
kini bersedu
dan aku merasakan bangga yang semu.

baca juga : Puisi-puisi Wandi (1)

Gorontalo, 02 Februari 2017

Penulis: Siswandi Tamala, Mahasiwa UNG, Fakultas MIPA. Aktif di HMI (MPO)

Iklan