Di setiap kehidupan manusia, pasti tidak lepas dari kesehariannya dalam menonton sebuah sinetron. Kali ini sinetron yang akan saya bedah di sini adalah  “INSHA ALLAH SAH”. Sinetron ini menceritakan sebuah kisah cerita seorang gadis dan lelaki yang merencanakan pernikahannya ditanggal 17 bulan 07 tahun 2017. Filem yang humoris yang di peran utamanya titi kamar yang menjadi seorang perempuan yang hidupnya memilikiserba kecukupan. Bersama seorang lelaki tunangannya yang merencanakan melaksanaan pernikahannya disebuah gedung yang mewah lagi mahal. Namun pada sisi lain tidak pernah mendapatkan gedung tersebut lantaran telah di penuhi oleh orang yang lebih duluan memboking gedungnya. Singkat cerita, sebelum melakukan pertunangan di kentor calon suaminya, ia dan seorang lelaki berbadan gemuk menaiki lif yang menuju ke ruangan calon suaminya. Hanya untuk memenuhi janji pertunangan yang taksempat di laksanakan di sebuah restoran yang awal mereka bertemu, hingga menunggu lama sang calon akhirnya harus kembalike kantornya untukmelanjutkan pekerjaannya. Ia dan lelaki berbadan gemukitu tiba-tiba terjebak di dalam lif, yang pada akhirnya menimbulkan kepanikan dan ketakutan yang tiada tara. Sehingganya ia hanya bisa berdoa kepada tuhan dengan keselamatannya dan bernazar akan melakukan segala kebaikan di dalamhidupnya. Termasuk mensedekahkan sebagian hartanya kepada pantiasuhan, dan kepada orang yang membutuhkan.

Namun dengan doa yang terselematkan dirinya di dalam jebakan lif, akhirnya ia selamat. Dan dalam selangwaktu kesibukannya di dunia kerja dan mempersiapkan akad nikahnya nanti,hingga membuat ialupa dengan najarnya. Dengan itu, beberapa kali ia mendapatkan musibah dengan terkena tipu yang membuatnya stres karna 75 juta uangnya di raup oleh orang yang tak di kenal yang mengaku sebagai pemilik gedung yang akan di pakai untuk acara akad nikahnya. Takhanya itu, beberapa kaliia mengalami kehilangan tas yang berisi dompet, juga seluruh barang-barang di dalam tokoh bisnisnya di rampok tak tersisa.

Pelajaran yang penting yang patut di jadikan sebagai acuan untuk merenungi hidupkita yaitu ketika apa yang telah menjadi nazar kita kepada tuhan merupakan suatu janji yang harus di tepati. Keegoisan manusia seringkali membutakan mata hati manusia sehingga tidak lagi mengenal hidupnya di mata sang pencipta.

Gorontalo, 26 Maret 2018

Iklan