25-ide-terbaik-tumblr-wallpaper-di-pinterest-of-gambar-tumblr.jpg

Arjuna terlihat gelisah,
Mendengar biksu di depan bermain lonceng.

Arjuna terlihat gusar,
Melihat kyai di sebelah berpuasa.

Arjuna terlihat kikuk,
Mencari pendeta di dalam gereja.

Arjuna lalu berujar,
“DIA sangat bervariasi, suka dipuja, suka disembah. Terkadang juga, suka diumpamakan.”

Detik demi detik berlalu,
Arjuna kembali bergumam,
“Andaikan aku adalah DIA, ku kan biarkan pria botak tidur, kawan muda beristirahat, dan kakek bersorban makan.”

Arjuna lalu duduk terdiam,
Sembari melihat bulan berlalu,
Tak suka pusing sendiri,
Ia pun memejamkan batinnya.

Tak lama, muncul suara…..

“Benarkah kau mau demikian?”

Arjuna pun terkejut,
Baik telinga juga batinnya,
Memaksa kembali kesadaran,
Yg tadinya beranjak pergi.

Arjuna pun berkata,
“Entahlah… Mungkin saja kan, wahai sejawat??”

Arjuna berjalan menjauhi hutan,
Dengan anak panah bermulut lebar sebagai tempat berpijak.

Meninggalkan tanah merah bekas kekuasaan,
Menghadap DIA yg tadi diandaikan…..

Manado, 13 April 2018
Sastrawan Gembel

Iklan