Kala itu, di setiap kemilauannya sinar rembulan, terselip cerita tentang mimpi-mimpi indah kita.
t’lah kau bawa terbang menembus ke tabir-tabir malam bersama lupa.

Kala itu, kan kita tak lagi bersemai dalam suka kerinduan.
Tembok pemisa t’lah kau bangun menghalang pandang.

Kala itulah, tak ada lagi di setiap lembaran waktu, saling bercumbu rasa.
Bergelimangnya duka, berhembus bersama asa.

Dan di kala itulah, aku sedang di jebak di lingkaran luka.

Gorontalo, 20 Juli 2018

Iklan