nasionalisme-dialog

sumber: http://www.google.com

Ketika rasa bangga hilang dalam setiap sanubari kaum muda, maka saksikanlah kehancuran bangsa dan negara” Siswandi Tamala.

Indonesia telah bercerita  bahwa tanah ini adalah tanah para pejuang, pejuang dengan semangat pembebasan, yang tidak mau harga dirinya diinjak oleh kaum penjajah dan memiliki Izzah untuk hidup terhormat dan hal inilah yang mendorong seluruh elemen masyarakat dari sabang sampai merauke bersatu untuk mengambil kembali harga diri dan kedaulatan ibu pertiwi. Tepatnya 17 agustus 1945 merupakan dentuman yang besar bagi bangsa Indonesia, dimana persatuan dari seluruh rakyat Indonesia yang  di penuhi deraian air mata dan darah telah menuntun  kepada kemerdekaan tanah Indonesia.

Mari kita menatap kembali kebelakang, sejarah perebuatan kemerdekaan bukanlah hal yang mudah seperti kita membalikan telapak tangan, harga untuk kemerdekaan memang mahal, namun  hidup dibawah penindasan menjadi alasan untuk bangkit dan melawan, dengan bermodalkan semangat untuk mencapai kemerdekaan tidaklah membuat mereka gentar dan mundur untuk mengusir parah berdebah dari tanah ibu pertiwi, walaupun mereka sadar bambu runcing tidak sepadan dengan senjata api, tapi mereka siap membayarnya dengan darah dan air mata.

Kemerdekaan telah terpatri kepada setiap sanubari pejuang tanah ibu pertiwi, nyawa menjadi tak lagi berarti, bagi mereka untuk apa hidup  jika tidak bisa menikmati hak yang mereka miliki. Alhasil kaum penjajah Belanda dan Inggris telah merasakan semangat juang perlawanan para pahlawan bangsa dan jepang yang mengenalkan diri sebagai saudara akhirnya merasakan gelombang perlawanan dari se-antero negeri

17 Agustus 1945 menjadi detik-detik awal perjalanan Indonesia, setelah teks proklamasi diketik oleh sayuti Melik dan ditandatangani oleh Sokarno dan Hatta, pembacaan teks proklamasi yang dilakukan dirumah Ir. Soekarno Pengangsaan Timur No. 56 yang telah dihadiri kurang lebih 1000 orang dan didengar oleh se-antero negeri dari sabng sampai merauke yang disiarkan lewat stasiun-stasiun radio menjadi sejarah terpenting bagi  Indonesia.

­“ Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarkan dengan cara seksam dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, tanggal 17 Agustus 1945

Atas nama bangsa Indonesia

Soekarno-Hatta”.

17 Agustus 2018, Kemerdekaan Indonesia telah berlangsung selama 73 Tahun Sebagai bangsa Indonesia yang terlahir dibumi Indonesia kita harus menyadari  akan mulia dan terpujinya para pendiri bangsa, dengan gigih mereka memperjuangkan kemerdekaan untuk lepas dari belenggu penjajah, dan kita juga harus seberapa peliknya meraih kata merdeka.

73 Tahun bukanlah waktu yang singkat, rasa Nasionalisme mari kita rawat agar terhindar dari perpecahan di tanah dengan motto “ Bhineka Tunggal Ika”. 17 Agustus yang ditetapkan sebagai hari kelahiran bangsa Indonesia, merupakan sebuah moment untuk memupuk rasa nasionalisme genarasi muda Indonesia. Namun setelah sekian lama Indonesia meraih kejayaannya cita-cita bangsa sudah tidak berjalan pada koridornya, perpecahan antar suku dan budaya terus marak terjadi bahkan dalam beberapa kasus banyak tokoh publik yang dengan sengaja menista  ideologi  bangsa Sendiri, terlebih lagi Para kaum muda dan mahasiswa menjadi acuh tak acuh dengan cita-cita bangsa.

Soekarno pernah berkata “ Berikan aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncang dunia”.
Seorang bapak proklamator menyadari peran penting dari seorang pemuda , karena generasi muda adalah penerus dan pewaris tongkat ekstafet cita-cita bangsa. Baik buruknya suatu negara dapat dilihat dari kualitas pemudanya. Generasi muda haruslah memiliki karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami segala aspek pengetahuan dan teknologi untuk dapat bersaing secara global.

Pemuda harus menyadari bahwa mereka berperan sebagai agent of change, moral force and social control sehingga dapat menopang cita-cita bangsa.

Pemuda berperan sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan sebagai agen perubahan dalam segala aspek pembangiunan nasional dengan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.
Peran pemuda sebagai kekuatan moral dapat diimplementasikan dalam konteks hidup dalm bermasyarakat dengan aspek moral seorang pemuda dalam dimensi kehidupan bermasyrakat dengan membangun  dan memperkuat ketahanan mental dan miningktkan kesadaran spritual.

Pemuda sebagai kontrol sosial dapat diimplementasikan dengan memperluas wawasan kebangsaan , menumbuhkan kesadaran akan hak dan tanggungjawab sebagai warga negara, bersikap kritis terhadapa setiap perumusan kebijakan pemerintah dan penegakan hukum itu sendiri. Pemuda sebagai agen perubahan dapat diimplementasikan dengan bersikap kritis,kreatif dan inovatif dalam pengembangan pendidikan , politik, demkratisasi,  bidang teknologi , seni, serta ikut berpartisipasi aktif dalam pengembangan sumber daya manusia dalam negeri. Kondisi pemuda Indonesia saat ini, sedang mengalami degradasi moral, terlena dengan kesenangan ddan lupa akan tangng jawab sebagai seorang pemuda. Orientasi pemuda sebagai kekuatan moral dan kontrol sosial seakan menurun pada segi kehidupan bermasyarakat, pemuda sudah terkesan bersikap hedonisme ( berhura-hura).

Problematika pemuda yang terbentang dihadapan kita sekarng sangatlah kompleks, mulai dari penganguran, krisis eksistensi, krisis mental, hingga degradasi moral dan hal inilah yang secara perlahan membuat pemuda cenderung menjadi manusia anti sosial. Pemuda saat ini telah terpengaruh dengan gaya hidup kebarat-baratan dengan lebih suka hidup berfoya-foya bahkan tidak kurang kaum pemuda yang terjerumus dengan kasus seks bebas, narkoba, kriminlitas, serta mabuk-mabukan dan hal ini terbukti dari menurunnya tingkat prestasi dari kaum muda dari Indonesia yang dapat bersaing di kanca internasional.

Pemuda dalam sejarah panjang meraih kemerdekaan sampai era reformasi, mengambil peran penting dalam perubahan bangsa. Seperti yang kita lihat pada zaman penjajahan, pemuda dan mahasiswa sering menjadi ujung tombak perjuangan nasional, bahkan banyak gerakan kaum muda dan mahasiswa yang tercatat dalam sejarah contohnya seperti

  1. Budi Utomo
  2. Sumpah Pemuda
  3. Perhimpunan Indonesia
  4. Rengas Dengklok

Tidak berhenti sampai disitu peran pemuda dan mahasiswa sebagai agent of control development and social  sehingga terjadinya tragedi Trisakti yang mengarahkan Indonesia ke-Era Reformasi dan tuntutan menghapuskan KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) serta menuntut Presisden Soeharto  turun dari jabatanya. Ini membuktikan eksisitensi pemuda sebagai pemegang estafet  dan tanggungjawab sebagai rakyat  dalam perubahan dan memperjuangkan cita-cita bangsa .

baca juga: Indonesia Pelupa

Namun zaman telah berubah, peran pemuda dan mahasiswa seakan sudah tidak mampu di realisasikan oleh kaum muda saat ini, bahkan para pemuda seakan meninggalkan dan melupakan nilai-nilai pancasila yang notabenenya sebagai Ideologi Negara, kaum muda sudah tidak lagi mewarisi rasa nasionalisme para pejuang bangsa, hal ini dikarenakan kemajuan teknologi yang semakin canggih sehingga membuat pemuda  dan mahasiswa terlena dan lupa akan tangungjawab pemegang estafet masa depan

Baca juga: Indonesia dan Pancasila

Kemanah jas merahmu?
yang selama ini terjaga dengan kebanggaan
Kemana kebanggaanmu?
Yang selama ini kau teriakan
Kemana teriakanmu ?
Yang selama ini kau perjuangkan
Kemana perjuanganmu?
Yang selama ini kau kibarkan

Wahai pemuda
kenapa kau hanya diam dan bungkam
Apa kau lupa,
sejarah panjang para pejuang
Wahai pemuda
bangkitlah dan berjuang
Layaknya para pahlawan
terus maju kedepan melawan penjajah
semangat bagai kobaran api yang tak pernah padam
terus menerjang, menyerahkan jiwa dan raga
inilah mereka para pahalawan bangsa
dengan semangat api yang mereka milki
mereka rela bermandikan darah dan air mata
demi kebebasan nusantara

Inilah mereka para pejuang bangsa
tetap berdiri dengan gagah berani
demi mengibarkan sang merah putih
di tanah ibu pertiwi
walau tau mautkan menanti

inilah mereka para kebanggan bangsa
berkaca dari sejarah
mereka mencetuskan sumpah pemuda
“kami poetra dan poetry Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia”
“kami poetra dan poetry Indonesia mengakoe berbagsa jang satoe, Bangsa Indonesia”
“kami poetra dan poetry Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia”

lewat kata mereka menyatukan nusantara
dari sabang sampai merauke menyatu tanpa perbedaan
dengan warnah merah dan putih manjadi symbol perlawanan
untuk mengusir para penghadang negeri
Dari tanah ibu pertiwi

Inilah mereka para pahlawan, pejuang kebanggaan bangs
bersatu demi merebut satu kata
“MERDEKA MERDEKA MERDEKA”.

Wahai pemuda
Ibu pertiwi kini menangis
Negara Indonesia kini menderita
rakyatmu kini sengsara

Wahai pemuda
apakah kau belum bangun dan terjaga
melihat ambang kehancuran tanah air tercinta
Bangunlah pemuda
sudahi mimpi indahmu
negeri ini milik kita
jangan hanya diam dan bungkam
jangan hanya bicara tanpa tindakan
berdirilah dengan gagah dan berikan karya nyata

wahai  pemuda
bukalah hati dan matamu, dan jagalah Indonesia dengan penuh cinta
yang diwarisi para pahlawan pejuang kebanggan tanah air tercinta

MERDEKA…MERDEKA….MERDEKA

 

Oleh karena itu mari kita, kita generasi  muda harus dapat menyikapi perkembangan yang terjadi di dunia dengan selalu mengambil sisi positifnya dan meninggalkan sisi negatifnya, memiliki semangat yang diwarisi kaum terdahulu dengan rasa patriotisme terhadap negara, bersama kita bersatu walau berbeda suku, ras , agama dan budaya  menjadi mewujudkan  esensi dari motto Indonesia “ Bhineka Tunggal Ika” serta menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila.

Baca juga : Intoleransi dan Kebhinekaan Indonesia

Generasi muda adalah generasi harapan bangsa. Kata ini akan sangat membanggakan bagi Indonesia jika menjadi kenyataan.

Tulisan ini juga ditulis di blog Goresan Pena

Iklan