images

sumbet: http://www.google.com

Diruang 3 × 4 meter
Ditemani sebatang rokok dan segelas kopi
Entahlahhh
Apakah ramai yang terlalu cepat berlalu
Atau apakah sunyi yang terlalu cepat menghampiri
Entahlah

Belum sehari namun dia datang bertamu
Telah kumaki dan caci agar ia cepat pergi
Tapi dasar tak tau malu
Takku ingin takku undang namun tetap saja ia datang berjamu

Aneh tapi ini terjadi
Tamu ini lagi dan lagi datang kembali
Kesekian kali ia datang, tak lagi datang seorang diri
Ia datang dengan teman yang rupawan
Terlihat senyum terlukis dibibir yang manis
Pipinya yang merona penuh pesona
Sekujur tubuhnya ditutupi tudung terlihat begitu indah dan bersahaja

Ingin kuraih namun ia menjauh
Ingin ia kugapai namun ia hilang bagai mimpi
Sekejap seakan air sungai megalir deras dijantung kalbuku
Secepat itu pula kebencianku meningkat pada tamu tak tau malu yang selalu berjamu

Namun sosok itu datang lagi dan menghilang kembali
Aku ingin berteriak seakan ruang dan waktu mempermainkanku
Tapi biarlah
Aku akan menjamu tamu tak tau maluku pada hari-hari sepiku

Tulisan ini juga dimuat di blog Goresan Pena

Gorontalo, 19 Agustus 2018
Siswandi Tamala

Iklan