images
https://steemkr.com

Tulisan yang aku punya terasa begitu kaku
Terlalu indah jika kusebut semuanya syair
Segalanya selalu saja ada kamu dan rindu
Tak dapat dipisahkan, tak dapat diminta untuk pergi lalu hilang saja dari muka bumi.
Rentetan kata-kata yang terangkai belum pantas aku sebut sebagai puisi.
Sebab diksinya selalu aku ulang
Tetap berputar dan kembali lagi
Pada kata jarak yang jauh sebagai sekat,
Waktu yang lama menjadi ujian,
Rindu yang lelah menunggu untuk akhirnya bertemu.
Maka, sebutlah kalimat yang panjang ini sebagai surat
Sebab segalanya telah jelas
Alamat yang hatiku ingin tuju
Alasan mengapa selembaran ini harus ku kirim kepadamu
Aku tak perlu jauh-jauh ke kantor pos
Meminta mereka untuk mengirimnya
Sebab cukup dalam do’a saja pasti sudah terdengar olehmu disana
Kau tak perlu menulis surat lagi
Dengan bunyi kata yang sama,dengan maksud yang serupa
Cukuplah kau pulang, itu sudah jadi jawaban
Hanya dengan kau kembali, segalanya telah mengakhiri penantian.
Semoga secepatnya surat ini dibaca olehmu,semoga rindumu tak mudah lelah kembali pada hati yang sama,semoga tak ada surat lain lagi tapi hanya ada kita yang bertemu kembali.

Ternate, 14 november 2018

Nurhafiyani Djafar

Iklan