Teringat saat bersama mu, saat kau masih disini. Temani ku dalam kesendirian ku, tanpa mimpi. Tanpa cinta, tanpa asa, dalam ke hampaan
Kau hadirkan sejuta rasa di hati ini, dengan warna baru
Seakan menyadarkan aku tak sendiri di dunia ini. Memberi cinta menyalakan harapan yang sempat pupus

Lalui hari-hari berdua dengan mu hadapi dunia. Mengajar kan aku bahagia dan cara untuk tersenyum
Karena mu aku memahami arti hidup ku. Karena mu aku mengerti arti perjalanan ini,Tapi kini kau dan aku akan terpisahkan oleh jarak
Kau jauh tak dapat ku gapai di sana. Ragamu telah jauh dariku tinggal kan sejuta kesedihan,Kesedihan yang mendalam, sulit terucap kata
Satu yang terindah kaulah pacar terkonyolku :*
Satu yang terindah buat aku berarti, bernilai
Seakan tak bernyawa lagi tanpa mu di sini

Buatmu yang sedang bersamaku, kau mungkin bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih sempurna. Namun, tak banyak yang bersedia mengenyahkan ego, impian, dan kesenangannya untuk sekadar melangkah dari muara sungai ke puncak gunung. Belum lagi, jika jalan yang dilalui adalah jalan terjal dan penuh kerikil tajam.

Kau tahu, Tuhan memberi lintasan yang bernama “kita”? Dengan begitu untuk mencapai puncak tertinggi, kau dan aku harus melaluinya berdua. Aku akan menjadi kakimu jika kau lelah, aku akan menjadi matamu jika kau tak mampu melihat, aku akan menjadi telingamu saat kau tak mampu mendengar. Kuberikan pundakku sebagai tempatmu bersandar. Kuberikan hatiku sebagai tempatmu berteduh. Namun, jika kau berbelok atau menyerah di tengah perjalanan ini, aku tak berjanji akan menemanimu berjalan lagi.

Febriyanti Poiyo
31 September 2017

Iklan