Ketika langit mulai cerah dan hari berganti dengan pagi, disaat itupun seakan-akan CEMBURUku TERBIT DI UFUK TIMUR
Sebab kau bagaikan penakluk Langit,
Dimana semesta alam beserta isinya tak pernah berpaling selain kepada dirimu
Dirimu selalu memperlihatkan keindahan ketika Matahari nampak.
Engkau selalu dinanti ketika semesta alam mulai lelah dengan gelap.

Cemburu yang selalu terbit di ufuk timur dan tenggelam di ufuk barat, sebab dari ufuk timur sampai ke ufuk barat,
semua pujian dan pandangan selalu menyorotimu

Kau bagaikan langit yg seakan menyukai semua warna.

Tapi yang perlu kau ketahui, dari semua warna itu, hanya satu warna yang begitu penting bagimu, satu warna itu tidak akan kalah dengan warna lainnya, sebab satu warna itu akan selalu mempermanis hidupmu.

Pelangi memiliki banyak warna.
Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu

Hingga pada suatu hari sang cakrawala mempertemukan Jingga dihari yang cerah.

Pertemuan singkat dan biasa.

Jingga adalah warna misterius bagi siapa pun yang menanti nya.
jingga bagai kehangatan dan kesederhaaan diakhir hari,
Seakan semesta alam dan isinya seperti mendapatkan ketenangan dan kehangatan.

Hingga jingga pun banyak juga dinanti oleh isi semesta.
Jingga bagai titah keindahan yang tak pernah terbantahkan oleh langit.

Selama ini kau hanya berpikir

“Jingga hanyalah warna yang hadir di akhir hari dan hanya sebagai penutup dari sebuah perjalanan”

Keberadaanku tidak begitu penting dalam perjalananmu menuju ufuk barat.
Karena seharusnya aku datang setelah aku selesaikan studiku, seperti yang jingga lakukan juga, ia akan datang disaat langit biru menyelesaikan tugasnya

Tapi,
Untukmu yg berada diseberang sana, kau tidak terlalu memperhatikanku!

Karena kau begitu angkuh, dan aku ibaratkan hanyalah pemanis diakhir perjalananmu.

Hingga cakrawala mempertemukan aku dan kamu

Akupun mulai sadar bahwa kau mulai memperhatikanku.

Tak salah aku pun banyak bercerita, tentang kemisteriusanku
Aku tersenyum ketika tahu sang penakluk langit mulai membuka diri untukku, dan aku begitu setia kepadamu ibaratkan wrna jingga yg selalu setia kepada senja, sebab senja bagaikan oksigen di alam semesta ini.

Ketika kau mulai memperbaiki diri dari sana pun kau pun tahu bahwa aku disini pun sedang memperbaiki diri disini.

Kau seperti langit yg hanya bisa mengintip dari ufuk barat, ketika sang jingga menampakkan diri untuk menjemput senja.
Dan suatu saat kau akan melihat kesungguhanku ketika kita bertemu nanti

Aku tau keberadaan kita sekarang berada diproses penjemputan kesuksesan.

Kau begitu berarti bagiku, sehingga aku tak pernah ingkar janji seperti jingga yang tak pernah ingkar janji kepada senja untuk selalu menemui senja diakhir hari.

Yang aku tau, ketika hariku mulai buruk dan tak bersahabat bagiku, kamu adalah tempat terbaik bagiku

Hey kamu yang sedang berada diufuk timur sana..
Aku selalu membawa segenggam harapan dan banyak doa, agar kau selalu menungguku di ufuk timur sana.
walaupun aku tau, kadang kala cemburuku selalu terbit diufuk timur, sebab aku terlambat menemuimu. tapi aku tak pernah ingkar janji kepadamu.

Aku berjanji, disaat kesuksesan telah menjemputku? Aku tak akan meninggalknmu sedetik pun, aku berharap akan terus menemuimu, seperti matahari yang selalu memperlihatkan kemegahannya.
Semoga kau bisa seperti sang surya yang terbit dari ufuk timur dihatiku untuk menggantikan sang surya yang hampir terbenam itu.

Cemburuku yang selalu terbit diufuk timur
Sebab, mereka melihat sesuatu yg juga kulihat, mereka mengagumi sesuatu yang juga kukagumi, dan mereka mempercayai sesuatu juga yang kupercayai. Kau laksana kitab suci yang diturunkan untuk dibaca tidak hanya oleh diriku sendiri tapi juga orang lain

Wahai sang penakluk langit?
Apa yang kau rasakan?
Matahari seni telah terbit dihatiku dan tidak akan pernah terbenam.
Untukmu yang selalu berada diberang sana.

Gorontalo, 08 Desember 2018

Iklan