Hujan

Setiap titik airmu membahasahi bumi
Aku teringat akan sosok perempuan terhebat dalam diriku
Perempuan yang ku sebut bidadari dalam rumahku
Yang memberikan cinta kasih tanpa kenal balas budi

Hujan

Setiap titik airmu membahasahi bumi
Aku merindu serindu rindunya
Dari negeri yang jauh yang memisahkan kita antara ruang dan waktu
Antara negeri serambi Madinah dan negeri Limau Tidore

Hujan

Setiap titik airmu membahasahi bumi
Disudut kota ini ku tulis sajak rindu untukmu
Yang ku harap mampu mengobati rasa rinduku
Dan mampu menghapus setiap tangis ku 

Hujan

Setiap titik airmu membahasahi bumi
Bantulah aku, tolonglah akuSampaikanlah rindu ini kepada bidadari rumahku
Bahwa anaknya kini sangat merinduinya.

Puisi ini ditulis pada tanggal 13 Desember 2017 dan masuk dalam 80 Puisi terbaik se-Indonesia versi Indoscrip Agency dan diterbitkan menjadi buku dengan judul “Hujan dan Jatuh Cinta”

Iklan